Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Kota Barus, Titik Nol Peradaban dan Penyebaran Ajaran Islam di Nusantara

Barus, Aktualiti.com – Kota Barus merupakan sebuah kota tua yang berada di perbukitan dan pesisir barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kota Barus menjadi titik nol peradaban dan persebaran ajaran Islam di Indonesia. Agama Islam masuk di Kota Barus pada abad ke-7 Masehi, jauh lebih tua dari sejarah Wali Songo di tanah Jawa pada abad ke-14.

Bukti mengenai sejarah Islam di Barus adalah adanya makam tua di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, pada abad ke-7. Batu nisan pada makam tersebut bertuliskan Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi atau 48 Hijriah. Makam tersebut sekaligus menjadi bukti adanya komunitas muslim pada zaman itu.

Penyebaran ajaran Islam di Nusantara di mulai dari Kota Barus, yang kemudian berlanjut hingga ke berbagai pulau di Nusantara. Sehingga menjadikan Indonesia saat ini menjadi negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Hal tersebut juga sesuai dengan perintah Allah dalam Surah Al – Muddassir ayat 1 – 7, mengenai berdakwah menyebarkan agama Islam.

Di Kota Barus juga terdapat makam para auliya dan ulama Islam pada abad ke-7. Diantaranya adalah Makam Papan Tinggi, Makam Mahligai, Makam Syekh Mahmud, Makam Syekh Ibrahim Syah, Makam Tuan Ambar, dan Makam Tuan Syekh Badan Batu.

Di Kota Barus juga terdapat makam yang terbuat dari batu cadas tertulis Syekh Mahmud Fil Hadratul Maut, ditarikan pada abad 33 – 34 Hijriah, yang pada saat itu adalah masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, terdapat banyak utusan yang melakukan ekspansi ke Asia. Karena lokasi Kota Barus yang berhadapan langsung dengan samudera lepas, maka banyak pelayaran ke daerah ini.

Pada abad ke-7, Kota Barus semakin terkenal hingga ke Eropa dan Timur Tengah karena hasil alamnya berupa kapur barus. Karena perdagangan barus ini juga, menjadi awal mula Islam masuk ke Nusantara. Selain itu, pada akhir abad ke-7 yang juga merupakan abad awal Hijriah, pedagang – pedagang dari Arab mulai menginjakan kakinya di pelabuhan Kota Barus.

Kota Barus diresmikan sebagai kota Islam pertama dan tertua di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2017. Peresmian tersebut dilakukan bertepatan dengan hari Jum’at. Hal itu juga menjadi titik penting Kota Barus dalam sejarah masuknya Islam di Indonesia.

Terdapat pula beberapa fakta mengenai Kota Barus, sebagai Titik Nol Peradaban dan Persebaran Ajaran Islam di Nusantara. Pertama, Kota Barus dikenal sebagai Kota Emporium dan pusat peradaban pada abad ke-7 – 17 Masehi. Selain itu, barus juga dikenal dengan nama Fansur.

Kemudian, Kota Barus juga dikenal sebagai penghasil kapur barus dan kemenyan. Komoditas itu pula yang menjadikan banyak saudagar yang singgah di Kota Barus.

Selanjutnya, di Kota Barus terdapat makam ulama dengan panjang 8 meter. Makam tersebut bernama Makam Papan Tinggi yang terletak di Desa Pananggahan. Berada di ketinggian kurang dari 200 meter dari permukaan laut, dan harus melewati sekitar 800 anak tangga.

Di Kota Barus juga terdapat kompleks pemakaman tua bernama Makam Mahligai. Kompleks ini sering didatangi oleh para peziarah. Berada di perbukitan, sekitar perkebunan karet. Jaraknya sekitar 3 km dari Makam Papan Tinggi.

Selain itu, Kota Barus juga menjadi pusat penelitian arkeologi dunia. Kota Barus menjadi tujuan bagi para peneliti arkeologi Islam dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Reporter : Masning Salamah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini