Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Menelusuri Kompleks Makam Imogiri, Makam Raja – Raja Mataram

Bantul, Aktualiti.com – Kompleks Makam Imogiri merupakan kompleks pemakaman yang dikhususkan bagi raja dan keturunan dari Mataram Islam. Pembangunan dari kompleks makam ini dilakukan sejak 1607 – 1635 M, semasa pemerintahan Sultan Agung. Pembangunan awal kompleks ini terdapat dalam catatan Babad Momana “…awit babad meleh ing redi Merak badhe antakapura…” (…awal mulai pembuatan makam lagi di Gunung Merak…).

Selain itu, kompleks makam ini merupakan kompleks pemakaman ketiga setelah makam Kotagede dan Giriloyo, yang dibangun oleh dinasti Mataram Islam. Kompleks Makam Imogiri terletak di atas Bukit Merak, berada pada ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan laut. Sedangkan di bawahnya merupakan pemukiman para abdi dalem juru kunci yang bertanggung jawab dalam upacara – upacara dan pemeliharaan pemakaman Imogiri.

Makam ini memiliki nilai sejarah dan keunikan, diantaranya adalah filosofi dari nama makam. Nama Pajimatan Imogiri berasal dari dua kata, kata jimat yang mendapat awalan pa dan akhiran an untuk menunjukkan tempat, memiliki makna sebagai tempat untuk jimat atau tempat pusaka. Sedangkan Imogiri berasal dari kata ima atau hima, memiliki arti berawan atau awan yang meliputi gunung dan giri memiliki arti gunung. Sehingga Pajimatan Imogiri berarti gunung berawan atau gunung tinggi yang merupakan tempat bersemayamnya jimat atau pusaka bagi Kerajaan Mataram.

Kompleks pemakaman ini memiliki ciri utama berarsitektur Islam Jawa atau Islam Hindu pada abad ke-17. Hal tersebut dapat dilihat dari batu bata merah yang digunakan dan mendominasi area makam bagian atas.

Baca juga: Menelusuri Pesantren Giri Kedaton, Jejak Peradaban Islam di Jawa Timur

Selain itu terdapat pula aturan bagi para peziarah yang ingin berziarah di makam Sultan Agung, karena makam tersebut dikeramatkan dan tidak sembarang orang bisa memasukinya. Para peziarah dilarang menggunakan alas kaki, membawa kamera, memakai perhiasan, dan harus menggunakan pakaian khas Jawa atau peranakan.

Peziarah laki-laki harus mengenakan pakaian adat Jawa berupa blangkon, beskap, kain, sabuk, timang dan samir. Sedangkan peziarah perempuan harus memakai kemben dan kain panjang, dan untuk yang berhijab harus melepas hijabnya saat masuk ke makam Sultan Agung.

Selain itu, para pengunjung juga dilarang berbuat tidak sopan, berburu, memotong pohon, mengambil kayu, dan merusak tanaman yang ada di kompleks makam dan hutan.

Para peziarah dapat berkunjung pada hari Sabtu-Kamis pada pukul 10.00 hingga pukul 13.00 WIB dan hari Jumat pada pukul 13.00-16.00 WIB. Pada bulan puasa, kawasan makam ditutup selama satu bulan dan buka kembali pada tanggal 1 Syawal.

Kompleks Makam Imogiri dibagi menjadi beberapa kelompok makam atau kedhaton. Kedhaton Sultan Agungan (Sultan Agung, Sunan Amangkurat II, Sunan Amangkurat III), Kedhaton Pakubuwanan (Sunan Paku Buwana I, Kedhaton Sunan Amangkurat IV, Sunan Paku Buwana II), Kedhaton Bagusan/Kasuwargan (Sunan Paku Buwana III-V), Kedhaton Astana Luhur (Sunan Paku Buwana VI-IX), Kedhaton Girimulya (Sunan Paku Buwana X-XI), Kedhaton Kasuwargan (Sultan Hamengku Buwana I dan III), Kedhaton Besiyaran (Sultan Hamengku Buwana IV – VI), dan Kedhaton Saptarengga (Sultan Hamengku Buwana VII-IX).

Baca juga : Menyusuri Kompleks Makam Troloyo, Pemakaman Islam di Tengah Situs Kerajaan Majapahit

Dari delapan kedhaton tersebut, empat kedhaton merupakan milik Kasunanan Surakarta Hadiningrat, tiga kedhaton milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan satu kedhaton, yaitu Kedhaton Sultan Agungan merupakan miliki Mataram Islam. Tetapi, dari raja – raja keturunan Mataram Islam hanya dua orang raja yang dimakamkan di Imogiri. Selain itu, meskipun saat ini Mataram Islam terpecah menjadi dua bagian karena Perjanjian Giyanti, makam Imogiri tetap digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi raja – raja dari kedua kerajaan tersebut.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini