Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Menjelajah Bukit Surowiti, Petilasan Sunan Kalijaga di Pesisir Utara Jawa Timur

Gresik, Aktualiti.com – Bukit surowiti terletak di jalan Pantura Gresik – Tuban, Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Gresik. Bukit ini sering dijadikan wisata religi bagi orang-orang yang menekuni ilmu kebatinan, karena di puncaknya terdapat petilasan dari Sunan Kalijaga, salah satu dari Walisongo.

Konon dulu bukit ini menjadi tempat Sunan Kalijaga untuk melatih dan mengembangkan ilmu spiritualnya, serta melakukan syiar agama Islam di daerah sekitar.

Selain itu, terdapat pula Goa Langsih yang konon digunakan para Walisongo untuk bertemu dan bermusyawarah membahas permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Bukit Surowiti

Kawasan Bukit Surowiti terletak di ketinggian 260 Mdpl, yang berjarak kurang lebih 40 km dari pusat Kota Gresik. Bukit ini merupakan sebuah perkampungan yang dihuni oleh lebih dari dua ratus kepala keluarga.

Bukit surowiti ini terdapat beberapa objek wisata religi, diantaranya ada Petilasan Kali Buntung, makam Mpu Supa, makam Raden Bagus Mataram, Petilasan Tapa Ngluweng, petilasan Sunan kalijaga, dan Goa Langseh.

Baca juga : Kompleks Sendang Duwur, Jejak Syiar Islam di Pesisir Utara Jawa Timur

Untuk menuju ke puncak Bukit Surowiti, pengunjung harus melalui anak tangga yang jumlahnya ratusan. Setelah mencapai puncak bukit, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam dari ketinggian.

Selain itu, pengunjung juga diharapkan untuk menjaga tingkah laku dan bicara, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, karena Bukit Surowiti terkenal sebagai tempat suci dan keramat.

Petilasan Sunan Kalijaga

Petilasan Sunan Kalijaga di Bukit Surowiti memiliki atap berbentuk limasan yang mengerucut serta terdapat ornamen bulatan logam di bagian puncak. Bagian atap disusun dari kayu yang mirip seperti sisik. Terdapat pula kaligrafi bertuliskan “Allah” pada tembok di atas pintu.

Masyarakat di sekitar tempat ini percaya bahwa tempat tersebut digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk mengasah ilmu agama dan kesaktiannya di bawah bimbingan Sunan Bonang selama 40 hari 40 malam. Sehingga di sekitar bukit ini juga terdapat Pring Silir yaitu tongkat dari Sunan Bonang. Tongkat tersebut tumbuh menjadi serumpun bambu yang sampai saat ini dikenal dengan Pring Silir.

Reporter : Masning Salamah

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini