Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Tata Cara Shalat Tahajud Sesuai Ahlusunnah Wal Jama’ah

AKTUALITI.COM –Simak cara mengguncang ‘Ars dengan shalat tahajud.

Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah. Tahajud berasal dari bahasa arab “tahajjud” dengan kata dasar “hajada” yang berarti “tidur” dan bermakna juga “shalat di malam hari”.

Orang yang melakukan shalat disebut sebagai “haajid”. Jadi, shalat tahajud dapat dimaknai dengan shalat yang dilaksanakan di malam hari setelah tidur.

Baca juga: MKNU dan PKPNU Dilebur untuk Satukan Kekuatan SDM NU yang Terserak

Maka dari itu, shalat tahajud disyaratkan untuk melaksanakannya setelah tidur pada malam hari. Apabila dilaksanakan sebelum tidur, maka disebut sebagai ibadah “qiyamullail”.

ومن النفل المطلق قيام الليل، وإذا كان بعد نوم ولو في وقت المغرب وبعد فعل العشاء تقديماً يسمى تهجداً

(نهاية الزين حاشية على فتح المعين)

Dan di antara sholat malam mutlak adalah sholat tahajud, dan ketika setelah tidur walaupun di waktu maghrib dan dilaksanakan setelah isya’ dinamakan tahajud.”

(Dikutip dalam kitab Nihayah Azzain catatan samping kitab Fathul Mu’in)

Keutamaan

Banyak sekali keutamaan dari shalat sunnah tahajud yang tercantum dalam al-Qur’an, salah satunya seperti dalam surat al-Isra’ ayat 79, yang artinya “dan dari sebagian malam shalat tahajudlah (Muhammad), dengan membaca al-qur’an (didalamnya), sebagai salah satu tambahan ibadah bagimu, mudah-mudahan Allah memberikan tempat yang terpuji bagimu…”

Selain itu, terdapat juga keutamaan lain yang dinyatakan oleh pendapat ulama yaitu Imam Ibnu Qoyyim. Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah, dan membaguskannya ada sebagian istri yang memperbanyak sholat malam.

Ketika mereka ditanya tentang hal tersebut mereka menjawab, shalat malam itu dapat membaguskan wajah, dan kami senang apabila wajah kami terlihat lebih cantik.

Tata Cara, Niat, dan Do’a Shalat Tahajud

Adapun tata cara melaksanakan shalat tahajud, yang sesuai dengan tuntunan sunnah berdasarkan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.

  1. Suci dari hadast besar dan kecil
  2. Niat shalat sunnah tahajud

Usholli sunnatat tahujjudi rok’ataini lillahi ta’ala (kemudian takbiratul ikram)

  1. Membaca surat-surat dalam al-Qur’an. Dalam hal ini dianjurkan untuk membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Naas, al-Humazah, al Insyiroh dan tentu masih banyak lagi anjuran surat yang sebaiknya dibaca ketika melaksanakan shalat tahajud.
  2. Menyelesaikan shalat sampai selesai dalam formasi dua raka’at salam.

Baca juga: Kemenag Ubah Logo Halal, Begini Makna di Baliknya

Dalam pelaksanaan shalat tahajud, ketentuan batasan rakaat dalam sholat sunnah ini minimal dua rakaat dan tidak terdapat batasan maksimal, semakin banyak ibadah shalat tahajud ini dilaksanakan berdasarkan rakaatnya semakin baik, namun terdapat beberapa pendapat yang lain mengatakan bahwa rakaat dalam sholat sunnah tahajud maksimal dua belas rakaat.

Setelah melaksanakan sholat tahajud dilaksanakan kemudian dianjurkan untuk melanjutkan shalat sunnah rawatib yaitu shalat witir tiga rakaat dengan cara pelaksanaan dua rakaat salam dan satu rakaat salam. Surat yang dibaca dalam sholat witir ini bebas.

Namun dalam satu rakaat salam dianjurkan untuk mebaca surat al-ikhlas sebanyak tiga kali dan langsung dilanjutkan surat al-mu’awiddatain (surat al-falaq dan an nas) secara berurutan.

Adapun wirid dan doa setelah melaksanakan shalat tahajud berdasarkan anjuran dan ajarannya adalah sebagai berikut,

للهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Artinya:

“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” Doa ini dianjurkan dibaca seusai shalat tahajud.

Doa Rasulullah SAW ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim.

Itulah tata cara melaksanakan ibadah sunah shalat tahajud, disertai dengan hukum dan kaidah agar umat islam tercerahkan dan tentram dalam melaksanakan ibadah amaliyah yaumiyyah.

Nurhaj Mabruri Maulana Salfa

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini