Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

6 Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air yang Dapat Dihindari

Jakarta, Aktualiti.com – Ada beberapa perbedaan cacar monyet dengan cacar air yang harus diketahui masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia.

Sejauh ini, penyakit cacar monyet atau monkeypox menjadi perhatian dunia. menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kasus yang terinfeksi sudah mencapai angka ribuan dan lebih dari 70 negara melaporkan penyakit ini.

Meskipun gejala cacar monyet dan cacar air hampir mirip, keduanya tentu memiliki perbedaan dilihat dari penyebab virusnya, penularan, gejala, hingga upaya pencegahan dan penanganannya.

1. Penyebab Virus Berbeda

Kedua penyakit ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang termasuk dalam jenis orthopoxvirus dalam keluarga Poxricidae.

Sedangkan cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster (vzv), sehingga penyakit ini dapat menular dengan mudah.

2. Penularan cacar monyet lebih kompleks

Dilihat dari penularannya, cacar monyet lebih sulit menular dibandingkan dengan cacar air. Penularan penyakit ini terjadi apabila adanya kontak langsung dengan virus dari hewan, manusia atau bahan yang sebelumnya terkontaminasi virus monkeypox.

Virus monkeypox dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui sel kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir. Virus ini termasuk zoonis, artinya dapat terjadi dari hewan ke manusia dan juga antar manusia.

Sedangkan cacar air dapat menular dengan mudah dari penderita cacar air ke orang lain yang tidak pernah mengidap penyakit ini sebelumnya, atau ke orang lain yang belum pernah divaksin.

3. Gejala cacar monyet lebih ringan

Gejala cacar monyet akan muncul 5-21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox, gejala awalnya demam, lemas, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, serta mengalami ruam.

Biasanya ruam dimulai dari area wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti tangan, kaki, atau seluruh tubuh.

Ruam yang muncul akan berkembang dari bintik berisi cairan. Setelah itu, terbentuk seperti keropeng yang nantinya akan rontok.

Sedangkan, penderita cacar air ruam pertama kali muncul pada bagian dada, punggung, dan wajah setelah itu menyebar ke seluruh tubuh.gejala lain seperti demam akan muncul terlebih dahulu sebelum ruam.

4. Masa inkubasi berbeda.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya 7-14 hari atau 5-21 hari. Sedangkan masa inkubasi cacar air biasanya 4-7 hari. Jarak waktunya lebih lama cacar monyet dari cacar air.

5. Usia Terinfeksi

Guru Besar Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Suwarno menjelaskan melalui laman detik.com, bahwa persentase kasus fatal cacar monyet hanya sebesar satu hingga sepuluh persen. Sebagian kasus fatal tersebut terjadi pada kelompok usia 9-15 tahun.

Penyakit cacar air biasanya terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 12 tahun. Namun, orang dewasa juga bisa terinfeksi dengan virus ini.

Reporter : Dwi Kurnia

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini