Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Hadapi Cacar Monyet, Ini Langkah Kemenkes

Jakarta, Aktualiti.com – Kasus cacar monyet akhirnya dilaporkan di Indonesia, Kemenkes mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada.

Setelah adanya kasus cacar monyet pertama di Indonesia, dengan demikian sudah 94 negara melaporkan cacar monyet. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melansir terdapat 39,718 kasus konfirmasi cacar monyet di dunia, namun data yang meninggal mencapai 12 kasus atau kurang dari 0.001% dari total kasus.

Hal ini menggambarkan daya penularan Cacar monyet sangat rendah dibandingkan dengan Covid-19. Transmisi cacar monyet tidak semudah Covid-19 yang melalui droplet udara, melainkan melalui kontak erat. Sehingga diperkirakan tidak menjadi pandemi berat.

Namun, Kemenkes tetap serius memitigasi dan menanggulangi penyakit yang disebabkan dari virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus tersebut. Menurut laman resminya, pemantauan intensif dilakukan diseluruh petugas Pelabuhan ataupun Bandara yang menjadi gerbang masuk Indonesia. Orang dengan ruam di kulit wajah dan tangan harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Selanjutnya, sosialisasi dan edukasi terus ditingkatkan kepada masyarakat Indonesia. Terutama tidak bersentuhan, menggunakan barang bersama, apalagi berhubungan seksual dengan yang tertular. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan meningkatkan protokol kesehatan harus terus dijaga.

Baca juga : Waspada, Kasus Cacar Monyet Sudah Muncul di Indonesia

Pedoman kesehatan juga diberikan ke seluruh Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, dan Puskesmas untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap cacar monyet agar paham dan waspada.

Proses penambahan 10 laboratorium untuk pemeriksaan PCR cacar monyet terus dilakukan, sebelumnya terdapat dua tempat yang bisa dilakukan yaitu laboratorium rujukan nasional BPKP Kemenkes, dan laboratorium Institut Pertanian Bogor. Ada pula beberapa rumah sakit yang sudah bisa melakukan tes PCR.

Kemenkes sudah menyiapkan 1.200 Reagen untuk pemeriksaan cacar monyet, pemeriksaan dilakukan jika ada kecurigaan terjangkit virus ini.

Terkait vaksinasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memberikan rekomendasi untuk vaksinasi massal, sudah ada dua negara yang melakukannya dan Indonesia sedang memproses pengadaan vaksin dan rekomendasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

 

Reporter: Dwi Kurnia

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini