Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Jelang Pembukaan PPDB, Warga Kabupaten Bekasi Keluhkan Sistem Zonasi

Jakarta, Aktualiti.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi Carwinda menyebut, pihaknya sedang menunggu surat keputusan dari Bupati Bekasi mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan dibuka pada pertengahan Juni 2022.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018, saat ini PPDB sudah berjalan selama lima tahun. Tujuan utamanya untuk meratakan strata pendidikan. Bahkan penerapannya terbukti berhasil meningkatkan prestasi siswa, tapi sayangnya hal itu tidak berlaku di wilayah Bojong Kulur Kota Bekasi.

Baca Juga : Indonesia Jadi Tuan Rumah Vespa World Day Pertama di Luar Eropa

Pasalnya, wilayah tersebut tidak memiliki sekolah negeri tingkat SLTP/SMP dan SLTA/SMA. Masyarakat Bojong Kulur Kota Bekasi justru mengeluhkan sistem zonasi PPDB. Hal tersebut menyebabkan warga melakukan aksi pengaduan ke pemerintah desa dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) setempat.

“Dengan adanya sistem zonasi PPDB, masyarakat yang tinggal di wilayah ini akan kesulitan saat masuk ke sekolah negeri. Sedangkan jika masuk ke sekolah swasta, biayanya akan berat sekali,” ungkap Felix warga Bojong Kulur saat wawancara, Minggu 12 Juni 2022.

Felix berharap agar pemerintah dan penyelenggara pendidikan tidak sekedar menetapkan kebijakan, tetapi juga memperhatikan kondisi warga dalam tahap pelaksanaan.

“Mohon kepada penyelenggara pendidikan dan mohon kepada pemerintah yang terkait di bidangnya agar memperhatikan warga,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia juga berharap agar dibuatkan sekolah lanjut negeri di Bojong Kulur, karena masa depan Indonesia berangkat dari pendidikan.

“Bagaimanapun pendidikan harus diutamakan. Warga berharap bisa ada sekolah lanjut negeri di Bojong Kulur,” pungkasnya.

Editor: Royhan Zein
Reporter: Erlangga Abdul Kalam

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini