Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Kemenag Latih Siswa MTs Jadi Influencer Muda yang Berkarakter

Surabaya, Aktualiti.com – Kementrian Agama melalui Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh. Isom Yusqi menggelar Training Young Digital Influencer Siswa Madrasah Tsanawiyah Tahun 2022 di Surabaya-Jawa Timur pada 24-26 Agustus 2022.

Hal ini dilakukan agar generasi z memiliki karakter moderat yang kuat, mandiri dan berprestasi

“Anak-anak Gen-Z ini memang sangat familiar dengan dunia digital. Acara ini bukan untuk menjadikan anak-anak terkenal dan follower-nya banyak. Acara ini diselenggarakan agar anak-anak memiliki karakter moderat yang kuat, mandiri dan berprestasi,” tegas Isom.

Acara ini diselenggarakan sebagai respon atas perkembangan dunia digital. Acara ini diikuti oleh Gen-Z karena diikuti oleh anak siswa level tsanawiyah yang rata-rata berumur 12-13an tahun.

Transformasi digital adalah salah satu kebijakan prioritas Gus Menteri (GusMen) Yaqut Cholil Qoumas di Kementerian Agama. Salah satu upaya untuk mendukung kebijakan tersebut, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah menyelenggarakan kegiatan Training Young Digital Influencer Siswa Madrasah Tsanawiyah Tahun 2022 di Surabaya-Jawa Timur pada 24-26 Agustus 2022.

Dalam sesi pembukaan, Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof.Dr.H.Moh Isom, M.Ag., mengatakan bahwa ini adalah program yang pertama kali diselenggarakan oleh Subdit kesiswaan-Direktorat KSKK.

Direktur KSKK ini melanjutkan, kemandirian ini diperlukan karena di masa depan, anak-anak ini punya kemandirian dalam menjalankan berbagai aktivitas.

“Dalam bingkai anak-anak Mts, maka diharapkan bisa mandiri dalam tiga hal.
Pertama, kemandirian akademik misalnya bisa belajar secara mandiri dengan arahan dari guru.
Kedua, kemandirian emosional, artinya anak-anak bisa mengelola emosi dengan baik, semakin tenang dan tidak mudah baperan. Ketiga, kemandirian karakter artinya, anak-anak sebagai bagian dari bangsa Indonesia, maka harus memiliki karakter ke-Indonesia-an,” terang Prof Isom.

Selain bisa mandiri, lanjut Prof Isom, maka diharapkan anak-anak MTs ini bisa melahirkan berbagai prestasi di berbagai bidang, khususnya di bidang digital.

Menurut Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI, Dra. Hj. Nanik Puji Hastuti, M.Si., anak-anak MTs ini dipilih karena akan menjadi penerus bangsa di masa depan.

“Dengan perkembangan dunia digital, maka perlu ada pendampingan. Dengan adanya kegiatan Training Young Digital Influencer ini, maka anak-anak MTs diharapkan tetap memiliki karakter yang cerdas dan moderat di tengah arus globalisasi dan masifnya dunia media sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiswaan MA/MAK Fakhrurozi pada Direktorat KSKK Kementerian Agama RI melanjutkan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar untuk mencerdaskan anak di dunia digital. Sebagai ikhtiar untuk membangun pondasi kecerdasan tersebut, dalam
acara pelatihan ini hadir beberapa narasumber, diantaranya Romzi Ahmad (Ketua umum Cyber Kreasi dan Asisten Staf Khusus Presiden RI), SF Lukfiyanka Sanjaya Purnama, M.Hum (Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta) dan Siti Aminataz Zuhriyah (Pegiat Literasi Digital & Editor media online Aktualiti.com).

Penguatan literasi digital diberikan kepada peserta untuk dapat menguasai bagaimana beretika dan berbudaya di Media Digital, Kecakapan Bermedia Digital dan Keamanan Dunia Media Digital.

Fakhrurozi berharap anak-anak ke depan juga diharapkan menjadi agen perubahan di dunia digital.

“Agen perubahan ini diharapkan menjadi orang yang bisa memengaruhi atau bahasanya bisa menjadi influencer yang positif sekaligus mengasah keahlian atau talenta yang baik di dunia digital,” ucapnya

Reporter : Ahmad Widyarma

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini