Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Kemenhub Terbitkan Aturan Baru untuk Tarif Ojek Online

Jakarta, Aktualiti.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat menerbitkan aturan baru mengenai penyesuaian tarif ojek daring.

Tarif baru ojek daring diatur melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi ditetapkan 4 Agustus 2022.

Terbitnya KM tersebut mengganti aturan sebelumnya KM Nomor KP 348 tahun 2019. Aturan baru ini menjadi pedoman bagi penetapan batas tarif atas dan tarif bawah ojek daring.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno dalam keterangannya (8/8/2022), ” Dalam KM Nomor KP 564 Tahun 2020 kami telah melakukan evaluasi batas tarif terbaru yang berlaku bagi ojek daring. Selain itu, sistem zonasi masih berlaku 3 zonasi.”

Seperti aturan sebelumnya, besaran tarif ojek daring dibagi menjadi tiga zona, yaitu Zona I yang meliputi Sumatera dan sekitarnya; Jawa dan sekitarnya selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi Selanjutnya Zona II yaitu Jabodetabek dan Zona III meliputi Kalimantan dan sekitarnya; Sulawesi dan sekitarnya; Kepulauan Nusa Tenggara dan sekitarnya; Kepulauan Maluku dan sekitarnya; serta Papua dan sekitarnya.

Lanjutnya, Hendro mengungkapkan dalam aturan tersebut Komponen Biaya Pembentukan tarif terdiri dari Biaya Langsung dan Tidak Langsung. Biaya Langsung yaitu biaya yang dikeluarkan oleh mitra pengemudi dan sudah termasuk profit mitra pengemudi. Sedangkan biaya tidak langsung yaitu berupa biaya sewa perusahaan penggunaan aplikasi paling tinggi 20 persen.

Baca juga : Kemenhub Tunda Peraturan Penyesuaian Tarif Ojek Online

Adapun Biaya Jasa yang tertera pada lampiran merupakan Biaya Jasa yang sudah mendapatkan potongan Biaya Tidak Langsung berupa biaya pengguna sewa pengguna aplikasi.

Sebelumnya, Sejak 2019 lebih dari ratusan pengemudi ojek daring melakukan unjuk rasa di berbagai daerah karena penurunan tarif yang dilakukan oleh aplikator. Terlebih lagi saat pandemi, sehingga pendapatan mereka menurun.

Lebih detail, besaran Biaya Jasa Zona I yaitu biaya jasa batas bawah sebesar Rp 1.850 per km, biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.300 per km, dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250 sampai dengan Rp. 11.500.

Sementara besaran Biaya Jasa Zona II yaitu, biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.600 per km, biaya jasa batas ata sebesar Rp 2.700 per km, dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 13.000 sampai dengan Rp 13.500.

Sedangkan besaran Biaya Jasa Zona III yaitu biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.100.per km, biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.600 per km, biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 10.500 sampai dengan Rp. 13.000.

“Perusahaan aplikasi menerapkan besaran biaya jasa baru batas bawah, biaya jasa batas atas dan biaya jasa minimal berdasarkan sistem zonasi,” lanjutnya.

Reporter : Dwi Kurnia

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini