Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Lembaga Kemanusiaan Sebesar ACT diduga Gelapkan Dana Umat, Ini Cerita Lengkapnya

Jakarta, Aktualiti.com – Lembaga Filantropi Raksasa sebesar ACT sedang menjadi pusat perbincangan publik. Hal tersebut bermula setelah berbagai temuan mengenai dugaan penyelewengan atas dana umat hasil investigasi yang dilakukan oleh Tempo terbit.

Banyak yang bertanya-tanya, siapakah pemiliki ACT, siapa pendirinya dan pengurusnya, sampai dengan sejarah berdirinya lembaga kemanusiaan raksasa di Indonesia ini.

Berbagai sumber yang didapatkan termasuk website resmi diperoleh bahwa Aksi Cepat Tanggap (ACT)adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. ACT didirikan pada tanggal 21 April 2005 oleh Ahyudin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Pada skala lokal, ACT mengembangkan jejaring ke semua provinsi baik dalam bentuk jaringan relawan dalam wadah MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) maupun dalam bentuk jaringan kantor cabang ACT. Jangkauan aktivitas program sekarang sudah sampai ke 30 provinsi dan 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pada skala global, ACT mengembangkan aktifitasnya hingga menjangkau 22 Negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, Afrika, Indocina dan Eropa Timur.

Semua program global ACT menjadi sarana merajut kemitraan berbagai lembaga amil zakat, komunitas peduli, artis dan publik figur yang memiliki visi yang sama untuk kemanusiaan.

Tahun 2014 menjadi awal bagi ACT untuk menjalin kolaborasi kemanusiaan dunia, bersamaan dengan visi baru: menjadi lembaga kemanusiaan global profesional, berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global, kami inginmewujudkan peradaban dunia yang lebih baik.

Tidak heran jika dana yang terkumpul cukup fantastis untuk ukuran lembaga sosial. Merujuk pada laporan hasil investigasi, dari tahun 2018 – 2020 saja lembaga ini berhasil mengumpulkan rata-rata Rp 540 miliar pertahun.

Baca juga : Sengkarut Dana Umat di ACT: Gaji Petinggi 250 Juta Per Bulan dan Deretan Mobil Mewah

Siapa Pemilik ACT?

Jika merunut pada catatan historisnya ACT dimiliki oleh Ahyudin dan rekan-rekannya. Walaupun pada Januari 2022 lalu harus mengundurkan diri (catatan hasil investigasi).

Pengunduran diri setelah menjabat selama 17 tahun menjadi tanda tanya besar. Padahal gaji 250 juta diterima setiap bulan disertai berbagai fasilitas seperti 3 mobil mewah dan perjalanan dinas kelas satu.

Ini Dugaan Skandal Pemilik ACT

Berbagai asumsi serta dugaan skandal bermunculan ke publik, apalagi diperkuat dengan berbagai temuan, seperti aliran dana dari PT Hydro Perdana Retailindo yang sebagian saham dimiliki ACT sepanjang 2018-2019 menyalurkan uang untuk Ahyudin dan keluarganya.

Pada 13 dan 18 November 2018, Hydro mentransfer Rp 230 juta untuk uang muka pembelian rumah keluarga Ahyudin di Cianjur, Jawa Barat, dan Rp 31,75 juta untuk biaya notaris. Hingga Mei 2019, tercatat enam kali pembayaran cicilan rumah itu dengan nilai Rp 275 juta.

Hydro juga membayar cicilan pembelian rumah di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, yang diduga untuk istri ketiga Ahyudin. Sejak 31 Januari hingga Oktober 2019, tercatat ada sepuluh kali transfer dengan nilai Rp 2,86 miliar.

Dari rekening Hydro juga mengalir uang untuk pembelian perabot rumah Ahyudin di Cireundeu, Ciputat, Tangerang Selatan.

Tertulis di catatan keuangan ada empat kali transfer senilai Rp 634,5 juta. Antara lain, untuk pembelian 10 unit penyejuk udara (AC) seharga Rp 42,675 juta, pemanas air Rp 26,5 juta, lemari pakaian dan perangkat dapur Rp 54,25 juta, gorden Rp 23,45 juta, serta lampu gantung seharga Rp 4 juta.

Penyaluran uang tersebut dibenarkan oleh Hariyana Hermain, Senior Vice Presiden ACT, yang kerap disebut-sebut sebagai pemegang kunci brankas ACT.

Saat menemani pimpinan baru ACT, Ibnu Khajar di tempo tanggal 28 Juni lalu dia akhirnya mengatakan walau sempat berkilah, “Saya tahu setelah diberi tahu. Sebelumnya saya tidak tahu,” ujarnya.

Sangat mengerikan bukan? Bagaimana lembaga kemanusiaan yang begitu besar ternyata belum tentu 100 persen kredibel.

Dilansir dari laman resmi ACT, beberapa nama yang menjadi dewan pengurus ACT saat ini antara lain,

  • Ketua Dewan Pembina: N Imam Akbari.
  • Anggota Dewan Pembina: Bobby Herwibowo, Lc, Dr Amir Faishol Fath, Lc, MA, Hariyana Hermain.
  • Ketua Dewan Pengawas: H Sudarman, Lc.
  • Anggota Dewan Pengawas: Sri Eddy Kuncoro.
  • Ketua Pengurus ACT: Ibnu Khajar.
  • Sekretaris: Sukorini.
  • Bendahara: Echwan Churniawan.

Itulah ulasan mengenai siapa pemilik ACT dan dugaan-dugaan skandal di dalamnya.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi umat manusia sebagai civil society untuk lebih berhati-hati lagi dalam berdonasi.

Reporter : Dani Az

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini