Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Makna dan Sejarah Lomba-Lomba Perayaan 17 Agustus

Jakarta, Aktualiti.com – Pada setiap acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, pasti akan selalu diadakan lomba – lomba yang seru dan menarik. Tapi tahukah kalian lomba-lomba seperti makan kerupuk sampai balap karung punya makna dan sejarahnya masing masing loh.

Perlombaan tersebut tentunya sudah dipersiapkan dengan matang oleh penduduk setempat, sehingga harapannya dapat mempererat hubungan antarwarga di tiap tempat yang mengadakan perlombaan. Selain sebagai hiburan ternyata lomba – lomba tersebut juga punya sejarah dan makna dibaliknya.

Lomba – lomba yang diadakan tiap perayaan kemerdekaan, sudah ada sejak tahun 1950, bertepatan dengan ulang tahun Indonesia yang kelima. Perlombaan pada setiap peringatan hari kemerdekaan, digelar secara mandiri oleh pemuda di setiap tempat sebagai bentuk perayaan kemenangan dari jerih payah para pejuang.

Selain itu beberapa perlombaan juga punya makna tersendiri. Seperti lomba makan kerupuk, yang menggambarkan keadaan rakyat Indonesia yang pada masa penjajahan belum memiliki kemampuan ekonomi yang baik. Selain itu juga Indonesia sedang mengalami masa krisis ekonomi. Sehingga pada saat itu, kerupuk menjadi bagian dari lauk pauk yang menjadi simbol pangan. Setelah negara semakin baik perekonomian, kerupuk kemudian menjadi gambaran makanan pelengkap di Indonesia.

Pada zaman dulu, perlombaan makan kerupuk menjadi sarana untuk menghibur rakyat selesai masa perang. Saat ini, perlombaan makan kerupuk sebagai pengingat akan kondisi rakyat pada masa perang.

Bung Karno sangat mendukung perlombaan yang digelar untuk menghibur rakyat. Sehingga lomba makan kerupuk dipilih karena sangat identik dengan makanan rakyat kecil. Cara masyarakat zaman dulu bertahan hidup merupakan makna yang harus terus diingat.

Baca juga : Jokowi Sibak Empat Kekuatan Besar Bangsa Indonesia

Lomba makan kerupuk pada zaman sekarang dilakukan dengan cara kerupuk digantung dengan seutas tali, kemudian peserta lomba harus memakannya hingga habis, tetapi tidak boleh memegangnya menggunakan tangan. Pemenang lomba adalah peserta yang berhasil menghabiskan kerupuk terlebih dahulu.

Lomba panjat pinang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Pada awalnya lomba ini hanya diadakan oleh pejabat Belanda di Batavia, terutama saat menggelar perayaan pernikahan. Pejabat tersebut meletakkan hadiah yang terdiri dari kebutuhan pokok digantung di pohon pinang. Peletakan hadiah di pohon pinang merupakan atraksi menarik yang dianggap lelucon oleh penjajah Belanda.

Dimasa kini, lomba panjat pinang dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok harus bekerja sama untuk memanjat tiang dan menggapai hadiah yang digantung di puncaknya.

Penggambaran pakaian sederhana masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Jepang dulu digambarkan dalam lomba balap karung. Hal tersebut karena pada saat itu kondisi perekonomian Indonesia yang terbatas, sehingga hanya mampu menggunakan kain goni saja ketika keluar kemana – mana.

Lomba balap karung sendiri merupakan perlombaan dengan menggunakan karung bekas, misalnya kain goni. Peserta perlombaan akan memasukkan kaki bagian bawa ke dalam karung, kemudian melompat – lompat hingga mencapai garis finis.

Kemudian terdapat pula lomba tarik tambang. Lomba ini menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia yang sedang dipaksa bekerja kepada penjajah. Selain itu lomba ini juga bermakna gotong royong antar masyarakat Indonesia.

Lomba tarik tambang dilakukan secara berkelompok. Terdapat dua kelompok yang memegang tiap ujung tali, kemudian tiap kelompok harus saling menarik, hingga salah satu kelompok tumbang. Kelompok yang berhasil menumbangkan lawan adalah kelompok yang memenangkan pertandingan.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini