Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Memahami Sejarah Lahirnya Pancasila

Jakarta, Aktualiti.com – Setiap tahunnya, 1 Juni merupakan tanggal ditetapkannya Hari Lahir Pancasila, yang merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lahirnya Pancasila berawal dari salah satu judul pidato yang disampaikan oleh Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Namun, dibalik pidatonya itu, hari lahir Pancasila memiliki akar sejarah yang cukup panjang.

Karena itu untuk mengetahui lebih dalam tentang pancasila, perlu diberikan penjelasan sejarah dari Hari Lahir Pancasila.

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Dikutip dari laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), kelahiran Pancasila diawali dengan sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sidang pertama BPUPKI, atau yang kerap disebut dengan Dokuritsu Junbi Cosakai, berlangsung pada 29 Mei-1 Juni 1945.

Pembentukan BPUPKI sendiri dilatarbelakangi atas kekalahan Jepang dari negara-negara Sekutu pada saat Perang Pasifik. Jepang mengambil inisiatif untuk memenangkan hati masyarakat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

BPUPKI diciptakan sebagai sebuah lembaga yang bertugas untuk mempersiapkan segala bentuk kebutuhan menuju Indonesia merdeka.

Sidang pertama BPUPKI dibuka pada tanggal 28 Mei 1945. Kemudian, dilanjutkan keesokan harinya yaitu tanggal 29 Mei 1945 dengan tema ‘Dasar Negara’.

Sidang BPUPKI pertama dilangsungkan di gedung Chuo Sangi In di Jakarta, Jalan Pejambon 6. Sekarang tempat itu lebih dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada masa kolonialisme Belanda, gedung tersebut digunakan sebagai gedung perwakilan rakyat atau disebut juga sebagai gedung Volksraad.

Pada sidang pertama BPUPKI, peserta sidang saling beradu dialektika terkait konsep dasar negara yang tepat bagi bangsa Indonesia. Namun setelah beberapa hari tidak mendapatkan titik terang, tepat di tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mendapatkan gilirian untuk mendapatkan gagasannya.

Gagasan Soekarno tentang dasar negara Indonesia, kemudian dikenal dengan nama ‘Pancasila’.

Gagasan Soekarno yang disampaikan melalui pidato, ternyata tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu. Gagasan yang menjadi isi pidato tersebut diterima secara aklamasi oleh segenap peserta sidang.

Pancasila merupakan gabungan dari dua suku kata. Pertama, panca yang berarti lima. Kedua, sila yang berarti prinsip atau asas. Gagasan yang Soekarno sampaikan merupakan 5 prinsip yang terkandung dalam Pancasila.

Prinsip pertama adalah kebangsaan. Prinsip kedua internasionalisme atau perikemanusiaan. Prinsip ketiga adalah demokrasi atau mufakat. Prinsip keempat ialagh kesejahteraan sosial. Kemudian Ketuhanan yang Maha Esa.

Soekarno mengatakan “lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.”

Bermula dari pidato tersebut, BPUPKI berupaya bertujuan menyempurnakan rumusan pancasila dan menyusun undang-undang dasar (UUD) dengan membentuk tim kecil. Rumusan-rumusan yang digagas berpedoman pada pidato bung karno mengenai Pancasila.

Karenanya dibentuklah panitia sembilan yang terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Soebardjo, Wahid Hasjim dan Mohammad Yamin yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara.

Kesembilan tokoh inilah yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945. Lalu rumusan yang digagas tersebut dituangkan menjadi sebuah dokuken.

Kemudian dokumen tersebut dijadikan sebuah teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Negara Indonesia.

Dengan proses yang cukup panjang, maka rumusan pancasila tersebut dapat dirampungkan. Kemudian dicantumkan ke dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Lalu, disahkan dan dinyatakan sebagai dasar Negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.

Dari perjalanan sejarah itulah, maka pada tanggal 1 Juni ini ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila melalui keputusan Presiden Nomor 24 tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo dan ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 2017.

Mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi “Lahirnya Pancasila”.

”Bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh “Lahirnya Pancasila” ini, akan ternyata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel, suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechtsideologie Negara kita; suatu Beginsel yang telah meresap dan berurat-berakar dalam jiwa Bung Karno, dan yang telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada dibawah penilikan yang keras dari Pemerintah Balatentara Jepang. Memang jiwa yang berhasrat merdeka, tak mungkin dikekang-kekang! Selama Fascisme Jepang berkuasa dinegeri kita, Demokratisch Idee tersebut tak pernah dilepaskan oleh Bung Karno, selalu dipegangnya teguh-teguh dan senantiasa dicarikannya jalan untuk mewujudkannya. Mudah-mudahan ”Lahirnya Pancasila” ini dapat dijadikan pedoman oleh nusa dan bangsa kita seluruhnya dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara.”

Demikianlah sejarah singkat tentang Hari Lahir Pancasila. Sebagai warga negara Indonesia, maka berkewajiban taat dan mematuhi dasar Negara Indonesia serta harus mengetahui sejarah tentang perjalanan lahirnya Pancasila.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini