Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Mendikbudristek Luncurkan Skema Baru Masuk PTN

Jakarta, Aktualiti.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan skema baru seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui Merdeka Belajar episode 22.

Dikutip dari Antara, Nadiem menjelaskan bahwa skema baru ini memastikan terjadinya transformasi pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggil.

“Transformasi seleksi masuk PTN ini dibutuhkan untuk menjembatani transformasi kebijakan yang telah dilakukan di pendidikan dasar dan menengah, dan pendidikan tinggi,” tutur Nadiem di Jakarta, Rabu, 7 September 2022.

Merdek Belajar episode 22 tersebut, terdapat sejumlah prinsip perubahan, antara lain mendorong pembelajaran yang menyeluruh, lebih berfokus pada kemampuan penalaran, lebih inklusif dan lebih mengakomodasi keragaman peserta didik.

“Saat ini kita punya tiga jalur seleksi yakni seleksi nasional berdasarkan prestasi, seleksi nasional berdasarkan tes dan seleksi secara mandiri oleh PTN,” jelas Nadiem.

1. Seleksi nasional berdasarkan prestasi

Sebelumnya, calon mahasiswa dipisahkan berdasarkan jurusan pada pendidikan menengah yaitu IPA dan IPS. Akibatnya peserta didik tidak punya kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan aspirasi kelasnya.

“Dampak lain adalah hanya mapel tertntu yang dianggap penting dalam jalur ini. Jadi banyak sekali murid-murid dan guru-guru yang tidak berfokus pada mapel secara holistik hanya kepada beberapa mapel yang berhubungan dengan prodi untuk perguruan tinggi,” terangnya.

Oleh karena itu, kriteria dalam seleksi nasioan berdasarkan prestasi diubah sebagai berikut:

a. Minimal 50 persen rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran.
b. Maksimal 50 persen komponen penggali minat dan bakat, meliputi; nilai rapor maksimal 2 mapel pendukung prodi dan/atau prestasi dan/atau portofolio untuk prodi seni dan olahraga.

2. Seleksi nasional berdasarkan tes

Sebelumnya, seleksi dilakukan melalui ujian dengan menggunakan banyak materi dari banyak mata pelajaran.

Kali ini, tidak ada tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal, yakni potensi kongnitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris.

“Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” ucap Nadiem.

3. Seleksi secara mandiri oleh PTN

Dalam tranformasi seleksi secara mandiri oleh PTN, pemerintah mengatur agar seleksi diselenggarakan secara lebih transparan dengan mewajibkan PTN untuk melakukan beberapa hal sebelum dan setelah pelaksanaan seleksi mandiri.

Ia juga menjelaskan agar masyarakat juga bisa dirorong untuk ikut mengawasi proses pelaksanaan seleksi mandiri PTN dan bisa melaporkan apabila ditemukan bukti pelanggaran dalam proses seleksi.

“Saya harap ini menjadi kabara sangat gembira bagi guru-guru, murid, dan orang tua yang saat ini sedang merencanakan seleksi masuk perguruan tinggi,” tutur Nadiem.

Terakhir, Nadiem mengungkapkan semoga dengan jembatan kebijakan ini kita bisa menciptakan jalur seleksi yang lebih transparan, demokratis, dan menjunjung tinggi keadilan sosial.

“Semoga dengan jembatan kebijakan ini kita bisa menciptakan jalur seleksi yang lebih transparan, demokratis, dan menjunjung tinggi keadilan sosial serta lebih sederhana bagi murid-murid sehingga mereka bisa lebih fokus dalam pembelajaran mereka di jenjang sebelumnya. Mereka juga punya kesempatan sukses yang sama apapun tingkat ekonomi mereka,” pungkas Nadiem,

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini