Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Pasien Gangguan Jiwa di Boyolali Capai 3.000 Orang, RSUD Pakai Terapi Kejut Listrik

Boyolali, Aktualiti.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali terus meningkatkan pelayanan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) supaya memperoleh pelayanan kesehatan yang baik.

Dalam semester pertama ini, ODGJ di Kabupaten Boyolali mencapai 3.000 orang di 22 kecamatan.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simo menjadi rumah sakit rujukan ODGJ di Kabupaten Boyolali. RSUD Simo kini memiliki sebanyak 19 tempat tidur khusus untuk pasien ODGJ.

“Penanganan ODGJ di RSUD Simo ini sudah menunjukkan langkah-langkah pola penanganan yang semakin baik. Harapan kita dalam penanganan saudara-saudara kita, ODGJ ini hendaknya ke depan semakin baik dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi saudara-saudara kita, ODGJ di Kabupaten Boyolali,” ungkap Bupati Boyolali M. Said Hidayat dilansir dari laman boyolali.go.id, Rabu (27/7/2022).

Secara terpisah, Direktur RSUD Simo Ratmi Pungkasari memberi keterangan bahwa RSUD Simo akan memberikan pengobatan semaksimal mungkin untuk pasien ODGJ dengan menyiapkan ruangan khusus untuk pasien ODGJ supaya mereka dapat bersosialisasi.

“Dia (pasien ODGJ) juga butuh bersosialisasi, saya ingin punya ruang bebas buat mereka. Artinya mereka yang sudah kondusif tidak membahayakan yang lain bisa saling komunikasi. Bersosialisasi tidak selalu terkurung di kamar. Bisa kita sediakan musik, permainan dan mungkin itu bisa membantu kesembuhan,” terangnya.

Menurut Dokter Spesialis Jiwa RSUD Simo, Ismail Salahudin, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan mengunjungi pasien ODGJ di rumah. Dengan bantuan relawan yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Boyolali, dia memeriksa pasien ODGJ yang kemudian dirujuk ke RSUD Simo bila diperlukan penanganan lebih lanjut.

“Mereka dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan. Karena pengobatan adalah salah satu cara untuk membuat mereka bisa hidup dengan baik sehingga bisa diterima di masyarakat,” jelasnya.

RSUD Simo juga menangani pasien dari luar Kabupaten Boyolali. Dalam hal pelayanan juga tidak membedakan antara pasien yang menggunakan dana pribadi, BPJS maupun pendanaan dari Baznas.

Ismail menambahkan bahwa kini pihaknya telah memiliki terapi elektrokonvulsif (ECT) atau terapi kejut listrik yang digunakan untuk perawatan pasien ODGJ.

“Kita sudah punya ECT dan ini merupakan salah satu salah satu alat untuk pelayanan untuk terapi pada orang dengan gangguan jiwa di samping terapi terapi yang lain di samping terapi obat maupun terapi psikoterapi,” tambahnya.

ODGJ sembuh apabila memenuhi empat kriteria yaitu pasien sudah bisa melakukan fungsinya dengan baik. Seperti bekerja dan melakukan kegiatan sehari hari dengan normal. Kriteria kedua, bisa menggunakan waktu luang dengan baik dan normal. Kriteria yang ketiga yakni bisa merawat diri sendiri dalam hal kebersihan dan kerapian. Serta, kriteria yang keempat yakni dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dengan baik.

Reporter : Roudhotul Jannah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini