Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Pengamat: LPDP Harus Umumkan Awardee Beasiswa untuk Tingkatkan Tanggung Jawab Moral

Jakarta, Aktualiti.com – Setelah viral cuitan awardee LPDP di luar negeri yang enggan kembali ke tanah air, LPDP dipandang perlu memberikan transparansi data para awardee-nya agar lebih memiliki kesadaran moral terhadap bangsa Indonesia.

Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam beranggapan, dana LPDP merupakan dana yang disiapkan khusus oleh pemerintah Indonesia demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas kedepannya.

“Jadi sah-sah saja apabila data para awardee dipublish agar kesadaran moral dan tanggung jawab para awardee semakin tinggi, mengingat mereka dibiayai full oleh negara melalui APBN,” ujar Arif kepada Aktualiti.com, Rabu (03/08/2022).

Arif melanjutkan, bukan hanya kemampuan intelektual yang harus dimiliki oleh para awardee beasiswa LPDP, namun juga ada faktor yang seharusnya menjadi perhatian LPDP yaitu komitmen kebangsaan.

Baca juga : Banyak Awardee Tak Mau Pulang, Wasekjen PBNU Desak Audit dan Restrukturisasi LPDP

“Karena membangun sumber daya manusia yang berkualitas bagi suatu bangsa bukan hanya dengan kapasitas intelektual saja, namun komitmen kebangsaan yang tinggi untuk bersama-sama membangun negeri menuju ke arah yang lebih baik,” ucap Arif.

Dia menilai ada beberapa faktor yang mengakibatkan para awardee LPDP di luar negeri ini enggan kembali ke tanah air. Di antaranya adalah faktor tingginya gaji yang ditawarkan di luar negeri. Bahkan para awardee beasiswa di luar negeri rela untuk bekerja ala kadarnya dengan iming-iming gaji yang tidak bisa dibilang tinggi, namun jika dibandingkan dengan kerja di Indonesia nilainya bisa cukup fantastis.

Oleh karena itu, Arif menilai jikalau para awardee ini memiliki kesadaran moral yang kuat dibarengi dengan komitmen kebangsaan yang tinggi, maka adanya pengikatan dari LPDP untuk memberikan kontribusi di tanah air akan berjalan lebih baik.

Sejalan dengan itu, Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan bahwa sistem monitoring yang ada di LPDP tidak kuat.

“Kasus banyaknya penerima beasiswa (LPDP) yang tidak pulang kembali ke tanah air untuk mengabdi pada tanah air menunjukkan bahwa LPDP tidak memiliki sistem monitoring yang kuat. Kerjasama LPDP dengan badan imigrasi dalam hal ini tidak banyak membantu,” ujar Rahmat.

 

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini