Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Ratusan Mahasiswa Universitas Boyolali Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Boyolali, Aktualiti.com – Ratusan mahasiswa Universitas Boyolali (UBY) beserta elemen masyarakat Boyolali lainnya menggelar aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali, Rabu (14/9/2022).

Dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi meneriakkan yel sebagai bentuk protes. “Naik, naik, BBM Naik, Tinggi, tinggi, sekali,” teriak mereka. Selain itu, pengunjuk rasa juga menyerukan kata “revolusi”.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kenaikan harga Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga baru BBM bersubsidi dan non-subsidi mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Saat ini harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Menurut Presiden Mahasiswa UBY, Latiful A’la kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Kenaikan harga BBM tentu menyentuh inflasi secara umum karena akan merambat ke seluruh sektor termasuk harga-harga komoditas kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ipul sapaan akrabnya mengatakan kenaikan harga BBM juga dianggap akan mempercepat inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia.

Selain itu, menaikkan harga BBM akan mengganggu perputaran roda ekonomi dalam sektor-sektor strategis negara, terutama sektor transportasi, industri, pertanian, kelautan, pariwisata dan sektor lainnya.

“Semestinya pemerintah fokus untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi. Selama ini, sudah menjadi rahasia umum, bahwa terdapat banyak praktik mafia BBM bersubsidi yang sangat merugikan rakyat dan negara,” ungkap Ipul.

Berikut sikap dan tuntutan massa aksi :

  1. Menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi
  2. Mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh membrantas mafia bahan bakar minyak (BBM)
  3. Mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran
  4. Mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini