Wednesday, September 28, 2022
spot_img
spot_img

Terkuak Percakapan Mahasiswa LPDP Enggan Balik Ke Indonesia

Jakarta, Aktualiti.com – Unggahan twitter yang disertakan tangkapan layar oleh akun @VeritasArdentur pada Kamis (28/07/2022) menjadi viral. Pasalnya, isi tangkapan layar tersebut merupakan percakapan tentang penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang enggan balik ke tanah air.

Dalam isi percakapaan tersebut, menunjukan bahwa penerima beasiswa LPDP itu memanfaatkan beasiswa untuk keuntungan pribadi. Diantaranya adalah para penerima beasiswa LPDP di Inggris yang enggan balik.

“di UK (United Kingdom) sini, banyakkkkkkkkk bgt penerima beasiswa LPDP yg pd ga balik indo,” tulis seorang di tangkapan layar itu.

Oknum penyalahgunaan beasiswa LPDP itu bahkan rela menjadi pekerja kasar untuk menghindari pajak. Bahkan ada juga yang berniat untuk menyekolahkan anaknya dengan gratis.

“Mereka rela loh kerja kerjaan kasar utk menghindari pajak, padahal lulusan Phd, S2.”

“Reason (alasan) nya: mrk mau sekolahin anaknya gratis krn di sini sekolah sampe sma gratis kan,” tulis seorang di percakapan itu.

Kebanyakan dari para penerima beasiswa LPDP tersebut merupakan mahasiswa yang sudah berkeluarga. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa program PhD membutuhkan waktu empat tahun. Waktu itu dimanfaatkan pula untuk menyekolahkan anaknya.

Setelah empat tahun, giliran pasangannya yang kemudian mengambil beasiswa yang serupa selama empat tahun. Alhasil, belum kembalinya mereka ke tanah air karena menemani pasangannya yang sedang mengenyam proses pendidikan.

“Jd at least (setidaknya) mereka dapat 10 tahun tinggal di sini,” tulisnya.

Atas kegeraman terhadap kelakuan para penerima beasiswa LPDP, akun dengan nama @VeritasArdentur itu menuliskan permohonan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Pak @jokowi apakah tidak ada yg bisa dilakukan utk mengejar para pengkhianat bangsa, penghisap darah rakyat, yang menerima LPDP tapi kabur?

Unggahan yang menunjukan sikap tidak terpuji tersebut itu pun mendapat respon oleh beberapa warganet, diantaranya akun twitter dengan nama @Mahendra_Set.

“Miris, di dalam negeri ruang kelas masih banyak yg seperti ini. Rp 2 M untuk 1 awardee UK setara dengan 1 unit sekolah baru di NTT sini,” tulisnya

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini