Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Unik! Kesenian Nandong Smong sebagai Pengingat Tsunami di Aceh

Jakarta, Aktualiti.com – Nandong merupakan sebuah kesenian tradisional yang populer di daerah Simeulue, Aceh. Kesenian Nandong ini merupakan ajaran dari orang tua kepada anak – anaknya untuk melihat gejala Tsunami.

Dalam kesenian Nandong, tsunami dikenal dengan nama Smong. Fungsi dari kesenian Nandong adalah sebagai media untuk menyampaikan pesan apabila ada sebuah kejadian atau bencana yang akan terjadi.

Sejarah Nandong
Nandong diambil dari bahasa Indonesia yaitu senandung, yang berarti syair, nyanyian atau alunan lagu yang lembut. Tetapi karena menggunakan bahasa semacam orang minang dengan huruf vokal O, maka berubah menjadi senandong.

Sehingga masyarakat setempat terbiasa menyebutnya dengan Nandong dan memiliki makna nyanyian atau lagu. Nandong juga digunakan untuk mengingatkan, menasehati, dan memberitahu kepada orang – orang.

Kesenian Nandong populer di dalam masyarakat Simeulue, Aceh. Sehingga tradisi tersebut masih diwariskan secara turun temurun. Berdasarkan sejarah, Nandong Smong merupakan kearifan lokal dari rangkaian pengalaman masyarakat Simeulue pada masa lalu terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.

Dari tradisi Nandong, masyarakat Simeulue mempunyai kemampuan dan pengetahuan mengenai mitigasi bencana yang bersumber dari linon dan smong atau gempa bumi dan tsunami yang pernah melanda daerah Simeulue 115 tahun yang lalu, tepatnya pada 1907.

Kesenian Nandong yang masih diceritakan turun – temurun di daerah Simeulue juga telah membantu menyelamatkan lebih dari 80 ribu orang yang menghuni 10 wilayah. Terutama ketika tsunami Aceh pada tahun 2004.

Baca juga : Menikmati Kesegaran Kolam Wak Jowo, Wisata Air Bening Sei Bingai Langkat

Kesenian Nandong
Biasanya Nandong tersebut disampaikan melalui nyanyian yang isinya mengenai tragedi akibat gempa bumi dan tsunami pada masa lalu. Penyampaiannya dapat dilakukan melalui banyak cara, bahkan sejak anak baru lahir sekalipun. Salah satu penyampaiannya lewat nanga – nanga. Melalui kesenian Nandong, penduduk Simeulue menyampaikan pengingat kepada keturunannya mengenai bencana gempa dan tsunami.

Jika Nandong dipentaskan, dalam pementasannya, umumnya dilakukan dengan cara berkelompok, terdiri dari tiga sampai 5 orang atau lebih. Kesenian Nandong dimulai dengan Seuramo Gendang (bunyi gendang yang dipukul). Setelah terdengar suara gendang, syair – syair mulai dilantunkan.

Musik pengiring Nandong lebih kecil volumenya dan lirih, sedangkan pelantunan syari bersuara menjerit dan meratap – ratap. Biasanya kesenian Nandong ini sering dipentaskan dalam acara – acara tertentu. Bahkan kini kesenian Nandong sudah banyak diminati oleh masyarakat luar.

Syair Nandong Smong
Enggel mon sao surito…
Inang maso semonan…
Manoknop sao fano…
Uwi lah da sesewan…
(Dengarlah sebuah cerita)
(Pada zaman dahulu)
(Tenggelam satu desa)
(Begitulah mereka ceritakan)

Unen ne alek linon…
Fesang bakat ne mali…
Manoknop sao hampong…
Tibo-tibo mawi…
(Diawali oleh gempa)
(Disusul ombak yang besar sekali)
(Tenggelam seluruh negeri)
(Tiba-tiba saja)

Di atas merupakan dua bait Nandong Smong karya dari Muhammad Riswan atau yang sering dikenal dengan Moris, salah satu tokoh adat dan pemerhati budaya Simeulue.

Baca juga : Mengenal Kompleks Ratu Boko, Wisata Alam dan Sejarahnya di Yogyakarta

Nandong Smong Sebagai Mitigasi Bencana
Ketika terjadi bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004. Kearifan lokal dan adat leluhur yang telah diwariskan ternyata berhasil digunakan. Hanya terdapat sekitar 3 – 6 korban meninggal dunia dari gempa hebat dan luapan air yang menyapu beberapa rumah itu.

Nandong Smong mulai dikenal semua orang. Masyarakat dunia pun mulai mempelajari Smong sebagai salah satu cara mitigasi bencana.

Sekarang, media penyampaian Nandong Smong pun mulai meluas. Bahkan sudah mulai disenandungkan melalui lagu dan puisi. Media seni menjadi sebuah solusi agar Nandong Smong tetap lestari. Nandong Smong juga diharapkan dapat tersampaikan dengan mudah kepada generasi – generasi selanjutnya. Agar para generasi muda memahami tindakan mitigasi bencana yang dilakukan oleh para leluhur.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Sumber : Nandong Smong, Kesenian Tradisional Simeulue

Smong, Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana

Syair Linon dan Smong dari Simeulue, Pesan Mitigasi Bencana Lewat Cerita Lokal

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini