Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Bathara Katong, Pendiri Kabupaten Ponorogo yang Dianugrahi Karomah Kesaktian

Jakarta, Aktualiti.com – Bathara Katong diyakini sebagai pendiri dan penguasa pertama Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Selain itu, Bathara Katong juga dikenal sebagai pelopor penyebaran agama Islam di wilayah Ponorogo.

Bathara Katong merupakan adipati pertama Kabupaten Ponorogo yang menjabat pada tahun 1496. Penobatan Bathara Katong sebagai adipati pertama Ponorogo dilakukan di atas dua buah batu gilang yang diberi ukiran tahun.

Saat ini batu gilang tersebut diletakkan di depan gapura kelima makam Bathara Katong.

Mengutip dari Portal Majalengka.com, dalam cerita sejarah Bathara Katong dijuluki sebagai manusia sakti setengah dewa.

Julukan tersebut diberikan karena karomah yang dimiliki Bathara Katong dalam berdakwah menyebarkan agama Islam. Karomah tersebut berupa kesaktian yang dimiliki oleh Bathara Katong.

Terdapat kisah yang menggambarkan mengenai kesaktian Bathara Katong, yaitu ketika bertempur dengan demang dari salah satu daerah di Ponorogo, yang terkenal dengan kesaktianya.

Pertempuran tersebut terjadi karena demang tersebut menghalangi Bathara Katong dalam menyebarkan agama Islam. Pertarungan berlangsung sangat lama dan akhirnya dimenangkan oleh Bathara Katong.

Bathara Katong diyakini merupakan salah satu putra dari Prabu Brawijaya V atau Bhre Kertabumi dengan selirnya yang beragama Islam yaitu Putri Campa. Putri Campa merupakan ‘Garwo Pangrambe’ atau selir yang memiliki kedudukan tinggi.

Bathara Katong memiliki nama asli Lembu Kanigoro. Selain itu, Berdasarkan cerita dari Ki Padmosusastro, keturunan ke – 126 Bathara Katong, menjelaskan bahwa Bathara Katong memiliki nama kecil Raden Joko Piturun atau Raden Harak Kali.

Kakak dari Bathara Katong yaitu Lembu Kenongo atau Raden Fatah merupakan pendiri dari Kesultanan Demak Bintoro. Kerajaan tersebut berdiri ketika Kerajaan Majapahit berada di ujung kekuasaanya.

Bathara Katong memiliki peran besar dalam mengislamkan wilayah Ponorogo yang pada saat itu masih beragama Hindu yang dikuasai oleh Ki Ageng Kutu. Bathara Katong dikirim oleh penguasa Demak pada saat itu, bersama dengan santrinya Selo Aji dan 40 orang santri lainnya.

Bathara Katong menundukkan Ki Ageng Kutu dengan cara mendekati putrinya yaitu Niken Gandini dan diiming – imingi akan dijadikan istri.

Niken Gandini dimanfaatkan oleh Bathara Katong untuk mengambil pusaka Korowelang, pusaka pamungkas milik Ki Ageng Kutu. Karena peran dari pusaka tersebut, akhirnya Ki Ageng Kutu bisa dilenyapkan dan misi Bathara Katong dalam menyebarkan agama Islam di Ponorogo bisa terlaksana.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini