Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Gus Faiz Jelaskan Pertemuan Sanad Keilmuan Syekh Abdul Azis As-Syahawi dengan KH Hasyim As’ari

Jakarta, Aktualiti.com – Gus Faiz menjelaskan sanad keilmuan Syekh Abdul Aziz As-Syahawi sampai kepada Imam Syafii di momen Safari Dakwah dan Ijazah Kubro di Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta pada Rabu, 27 Juli 2022.

Sebagaimana yang diketahui, Syekh Abdullah As-Syahawi merupakan imam dalam madzhab Imam Syafii di Mesir secara umum dan di Al-Azhar secara khusus.

Lahir di Mesir pada 5 Mei 1945, Syekh Abdul Aziz As-Syahawi sangat memegang erat tradisi para ulama Mesir dengan belajar ilmu-ilmu keislaman.

Sangat terkenal atau masyhur dengan hafalannya, Syekh Abdul Aziz As-Syahawi sudah hafal Alquran sejak usia 10 tahun lalu di usia 13 tahun hafal Alfiyah Ibnu Malik dan Matan As-Syatibiyah dengan qiroat.

Nasab Syekh Abdul Aziz As-Syahawi bersambung kepada Rasulullah SAW karena keluarga As-Syahawi ini ke atas nanti bersambung sampai kepada Sayyidina Husein radliyallahu’anhu.

Salah satu keistimewaan Syekh Abdul Aziz As-Syahawi adalah sanad keilmuan terjaga dan bersambung hingga Imam Syafii.
Gus Faiz, sapaan akrab dari KH Muhammad Faiz dalam pengantarnya, menjelaskan runtututan sanad keilmuan Syekh Abdul Aziz As-Syahawi.

“Saya mempunyai catatan dari sahabat saya di Gontor, Ahmad Ginanjar Sya’ban, yang memberikan gambaran bertemunya sanad ulama Indonesia dengan beliau (Syekh Abdul Aziz As-Syahawi), yaitu di KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama” terang Gus Faiz dalam pengantarnya.

Gus Faiz menjelaskan jika KH Hasyim Asy’ari berguru kepada Imam Muhammad Nawawi al-Bantani. Kemudian Imam Nawawi al-Bantani berguru kepada Imam Ibrahim Al-Baijuri, Grand Syekh Al-Azhar yang Kitabnya tersebar dan menjadi kurikulum baku di pesantren-pesantren di Indonesia.

Sementara Syekh Abdul Aziz As-Syahawi berguru langsung dengan pamannya yang bernama Abdul Hamid As-Syahawi, kemudian lanjut ke kakek beliau, yaitu Abdul Majid As-Syahawi,” uangkap Gus Faiz melanjutkan penjelasannya.

Gus Faiz melanjutkan penjelasannya bahwa Syekh Abdul Majid As-Syahawi berguru dengan Syekh Umar bin Ja’far asy-Syabrawi.

Gus Faiz kemudian mengurutkan sanad keilmuan dimana Syekh Umar bin Ja’far As-Syabrawi ini hidup sezaman dengan Imam Muhammad Nawawi al-Bantani, sama-sama berguru kepada Imam Ibrahim al-Baijuri.

Sanad tersebut terus bersambung, sampai kepada Syekhul Islam Zakariya al-Anshari dan bersambung terus sampai Imam Nawawi, dan bersambung terus hingga Imam Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i atau Imam Syafi’i.

Baca juga : Daarul Rahman Sambut Kedatangan Syeikh Abdul Aziz As-Syahawi, Ulama Syafiiyah Agung dari Mesir

Begini Penjelasan Lengkap Sanad Keilmuan Syekh Abdul Aziz As-Syahawi

Disimak dari pengantar Gus Faiz dan Sanad Media, alur sanad keilmuan Syekh Abdul Aziz As-Syahawi dimulai dari paman beliau, Abdul Hamid As-Syahawi, dia dari ayahnya Syekh Abdul Majid al-Syahawi, dia dari SYekh Umar bin Ja’far asy-Syabrawi, dia dari Syekhul Islam Burhanuddin Ibrahim al-Bajuri, dia dari Syekhul Islam Abdullah asy-Syarqawi.

Kemudian Syekhul Islam Abdullah asy-Syarqawi belajar dari beberapa syekh antara lain Al-Allamah Muhammad bin Salim al-Hafni, dari Imam Ahmad al-Malawi, dari Imam Abdullah bin Salim al-Bashri, dari Al-Mulla Ibrahim bin Hasan al-Kurani, dari Imam ash-Shafi al-Qusyasyi.

Kemudian Imam ash-Shafi al-Qusyasyi berguru dari Imam Ahmad bin Ali bin Abdul Quddus asy-Syanawi, dari ayahnya Imam Ali asy-Syanawi, dari Imam al-Faqih al-Wali Sayyidi Abdul Wahhab asy-Sya’rani, dari Imam Syamsudddin Muhammad ad-Dawakhili, dari Imam Ibnu Qasim al-Gazi pengarang kitab Fathul Qarib al-Mujib.

Selajutnya, Imam Abdullah bin Salim al-Bishri juga belajar dari Imam asy-Syams al-Babili, dari Imam an-Najm al-Ghazi, dari Imam Badruddin al-Gazi, dari ayahnya Abu al-Fadhl Radhiyuddin al-Ghazi, dari al-Burhan Ibrahim al-Biqai, dari Imam at-Taqi asl-Hasni pengarang kitab Kifayatul Akhyar.

Dan Syekh al-Hafni juga belajar dari Al-Allamah Ahmad al-Khalifi al-Bashir biqalbihi, dan dia belajar dari Syekh Al-Allamah Ahmad al-Bisybisyi, al-Allamah Muhammad al-Anani dan al-Allamah Manshur ath-Thukhi.

Dan Al-Allamah Ahmad al-Bisybishi belajar dari Al-Allamah Sulthan al-Mazakhi, dari Al-Allamah Ali bin Isa al-Halabi pengarang kitab as-Sirah, dari Al-Allamah Syamsuddin Muhammad bin Ahmad ar-Ramli ash-Shaghir, dari ayahnya Syihabuddin Ahmad bin Hamzah ar-Ramli, dari Syeikhul Islam Zakariya al-Anshari.

Di antara mereka ada al-Allamah al-Muhaqqiq Athiyah al-Ajhuri, dia dari al-Allamah Muhammad al-Asymawi, dia dari Abdu Rabbih ad-Diyawi, dia dari Syihabuddin Ahmad al-Bisybisyi dan al-Allamah Syamsuddin asy-Syaranbali.

Keduanya dari al-Allamah Sulthan al-Mazahi, dia dari al-Allamah Nuruddin Ali az-Ziyadi, dia dari Syamsuddin Muhammad ar-Ramli, al-Khathib asy-Syirbini dan Ibnu Hajar al-Haitami, dan dia dari ayahnya al-Allamah Syihabuddin Ahmad ar-Ramli dan dia dari Syekhul Islam Zakariya al-Anshari.

Sampai sini silsilah sanad fikih Syafi’i Syekh Abdul Aziz al-Syahawi bersambung hingga Syekhul Islam Zakariya al-Anshari.

Kemudian Syekhul Islam Zakariya al-Anshari dari al-Allamah al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Allamah al-Muhaqqiq Jalaluddin al-Mahalli, Al-Allamah Jalaluddin al-Balqini. Mereka bertiga dari Al-Allamah al-Hafizh ABu Zur’ah Waliyuddin al-Iraqi, dari al-Hafizh Abu al-Fadhl Abdur Rahim bin al-Husain al-Iraqi, dari Syekhul Islam Alauddin Ibnu al-Atthar, dan dia dari Muharrir al-Mazhab al-Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi.

Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi atau yang lebih dikenal dengan Imam Nawawi berguru banyak imam besar seperti al-Kamal Salam al-Arbili, dia dari al-Allamah Muhammad bin Muhammad pengarang asy-Syamil ash-Shaghir, dia dari al-Allamah Abdul Ghaffar al-Qazwini, dari pamahnnya Abu al-Qasim Abdul Karim ar-Rafi’i, dari Syekh Abu al-Fadhl Muhammad bin Yahya.

Syekh Abu al-Fadhl Muhammad bin Yahya berguru dengan Hujjatul Islam al-Ghazali atau yang dikenal dengan Imam al-Ghazali, dari Imam al-Haramin al-Juwaini, dari ayahnya Abu Muhammad al-Juwaini, dari Abu Bakar al-Qaffal al-Marwazi ash-Shaghir imam jalur Khurasaniyin, dari Abu Zaid al-Marwazi, dari Abu Ishaq Al-Marwazi, dari Abu al-Abbas Ahmad bin Umar bin Suraij, dari Abu al-Qasim Utsman bin Said bin Basyar al-Ahwal al-Anmathi, dari Abu Ibrahim Ismail Al-Muzani, dari Imam Al-A’zham Nashirus Sunnah Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i.

Imam an-Nawawi juga mengambil jalur Iraqiyin dari Abu Hafsh al-Arbili, dia dari Abu Amr Ibnu ash-Shalah, dia dari ayahnya Abu Said bin Abu Asrun, dari al-Qadhi al-Fariqi, dari asy-Syirazi, dari al-Qadhi Abu ath-Thayib ath-Thabari, dari Abu al-Hasan al-Mamrazi, dari Al-Marwazi, dari Ibnu Suraij, dari al-Anmathi, dari al-Muzani dari Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i.

Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i belajar dari banyak ulama antara lain Imam Muslim bin Khalid az-Zanji Mufti Makkah, dia dari Imam Abdul Malik bin Juraij, dia dari Atha bin Abi Rabah, dia dari Abdullah bin Abbas, dia dari Sayyidina Muhammad saw.
Beliau juga belajar dari Imam Malik bin Anas al-Ashbahi, dari Nafi, dari Ibnu Umar dari Sayyidina Rasulullah saw.

Gus Faiz melanjutkan Pengantarnya

“Maka kali ini kita bangga, kita bersyukur kepada Allah melihat wajah Syekh Abdul Aziz As-Syahawi,” uangkap Gus Faiz dengan penuh rasa syukur.

Gus Faiz menceritakan kalau wajah Syekh Abdul Aziz As-Syahawi pernah melihat wajah atau bertatap muka langsung dari generasi ke generasi yang tidak pernah terputus sampai dengan Imam As-Syafi’i.

“Jadi kalau kita mencium tangan beliau maka kita pernah mencium tangan yang bertemu dengan tangan dan tangan itu terus bertemu dengan tangan sampai tangannya al-Imam As-Syafi’I,” ujar Gus Faiz menutup penjabaran ceritanya.

Reporter : Dani Az

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini