Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Jarang Orang Tahu, Menteri Erick Thohir Pernah Hidup Prihatin…

Jakarta, Aktualiti.com – Erick Thohir ditunjuk menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Penunjukan Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan pada Rabu, 23 Oktober 2022 lalu.

Sebelum menjadi pejabat publik, Erick Thohir adalah seorang pengusaha sukses dan pemilik klub sepak bola bergengsi, Inter Milan.

Meski berasal dari anak konglomerat, yakni Teddy Thohir, kisah masa kecil Erick sebenarnya memprihatinkan.

Baca juga: RUPST Kimia Farma: Bagi Deviden Rp90 M, Prof Wiku Masuk Komisaris

Lahir pada 30 Mei 1970, Erick Thohir hidup dalam kesederhanaan. Sang ayah adalah perantuan dari Lampung.

Ia berjualan pakaian bersama ibunya di Pasar Tebet Barat. Erick pun ikut berjualan di pasar itu bersama keduaorangtuanya.

“Ibu saya dulu masih membantu bapak saya jualan karena belum seperti hari ini, jualan di Pasar Tebet Barat waktu itu,” kenang Erick dalam podcast Obrolan Malam Jumat (OMJ) di kanal YouTube Gerakan Pemuda Ansor yang dipandu Sumantri Suwarno, ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.

Profesi kedua orangtuanya membuat anak bungsu dari dua bersaudara tersebut memiliki pikiran terbuka. Ia bisa melihat masyarakat dengan beragam latar belakang.

“Di situlah saya melihat situasi masyarakat yang berbeda dari berbagai kalangan, namanya juga jualan di pasar,” tutur Erick.

Kedisiplinan dan mental pengusaha Erick sudah ditanamkan sejak dini oleh kedua orangtua, khususnya sang ayah.

“Kita dari kecil dididik kedisiplinan, dari kecil kita dididik juga punya mental pengusaha, karena beliau atau bapak sangat menginginkan putra putrinya menjadi pengusaha seperti beliau,” kata Erick.

Selain di rumah, ia mendapat tempaan kedisplinan hidup di sekolah. Kala itu, Erick disekolahkan di SD dan SMP Katolik. Di sekolah itu, kedispilinan ditanamkan begitu ketat.

“Misalnya, harus memakai sepatu hitam, kaos kaki putih, dan seragamnya tidak boleh dikeluarkan. Kalau telat ke sekolah dipajang di depan,” katanya.

Namun ketika masuk SMA dan perguruan tinggi, Erick mengaku tingkat kedisplinannya berbeda. Hal itu ia jadikan sebagai pembelajaran.

”Berubah lagi, dari sekolah swasta ke negeri, ternyata itu menjadi pelajaran tersendiri bagi saya karena terbiasa melihat perbedaan, dan itu indah,” kata alumni SMA 3 Jakarta itu.

Saat kuliah di Amerika Serikat, ia juga memiliki perspektif berbeda lagi. Ia sangat bersyukur bahwa Indonesia ini negara yang luar biasa baik. Hanya saja kelemahan dari bangsa Indonesia itu selalu di manajemen.

Pesan sang ayah

Erick juga menjelaskan bahwa ayahnya selalu menekankan kepada dirinya untuk selalu bekerja yang terbaik.

“Bapak saya juga selalu bilang kalau di mana pun kamu berada kuncinya adalah bekerja dengan hati dan bekerja yang terbaik,” katanya.

Pesan moral dari Sang Ayah itu selalu diingat dan dilaksanakan dengan baik.

Erick pernah ditunjuk untuk memimpin media nasional Republika. Awalnya merasa jabatan itu berat. Namun Erick tetap menjalaninya dengan serius.

“Ketika saya ditugaskan waktu itu sama teman-teman memimpin koran Republika juga sesuatu yang berat, tetapi alhamdulillah bagaimana saya bisa menjalankan dengan baik,” jelasnya.

Hingga akhirnya, Erick pun menjadi pengusaha sukses. Ia juga mampu mengelola klub olahraga, mulai sepak bola hingga basket.

Baca juga: Viral KH Syukron Makmun Tampar Banser, Alumni: Ada yang Sengaja Bikin Narasi Negatif

Karena kemampuan manajerialnya yang baik, Erick dipercaya untuk memimpin perhelatan Asian Games 2018. Kebetulan saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah.

Sebelum menerima tugas itu, Erick mengaku sempat ada kekhawatiran bahwa ia akan masuk jajaran pemerintah. Ternyata kekhawatiran itu terbukti.

“Tapi kan tidak mungkin penugasan itu tidak diselesaikan dengan baik, itu kan bisa menjadi masalah juga, Indonesia terakhir mempunyai Asian Games tahun 1960-an, kapan lagi, tentu kita berbuat yang terbaik. Ya, benar saja garis tangan saya mengatakan sekarang saya mendapat amanah sebagai pejabat publik,” pangkas dia dalam wawancara. (Reporter: Dani Azkiyak)

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini