Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Kisah Pangeran Sambernyawa, Kesatria Cerdas yang Ditakuti VOC

Jakarta, Aktualiti.com – Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said merupakan putra dari Kanjeng Pangeran Arya Mangkunegara dan Raden Ayu Wulan yang lahir pada 9 April 1725 Masehi di Surakarta. Pangeran Sambernyawa merupakan pendiri Praja Mangkunegaran, yang merupakan kadipaten agung di Jawa bagian selatan.

Pangeran Sambernyawa merupakan seorang Muslim yang menganut aliran Sintesis Mistik yang taat. Selain itu, Pangeran Sambernyawa juga menjunjung tinggi kebudayaan Jawa.

Saat memasuki usia dua tahun, Pangeran Sambernyawa harus kehilangan ayahnya yang dibuang ke Srilanka oleh Belanda. Hal tersebut membuat Pangeran Sambernyawa menghabiskan masa kecilnya bersama dengan anak – anak para abdi dalem lainnya, yang entunya jauh dari kehidupan bangsawan keraton. 

Karena kehidupannya itu, Pangeran Sambernyawa akhirnya paham mengenai kehidupan kawula alit atau bisa dibilang kehidupan para rakyat-rakyat kecil. Sehingga Pangeran Sambernyawa tumbuh menjadi seorang yang peduli terhadap sesama.

Baca juga : Sunan Kalijaga, Sosok Ulama sekaligus Seniman Tanah Jawa

Terdapat suatu peristiwa yang membuat Pangeran Sambernyawa keluar dari keraton dan mengadakan perlawanan terhadap Raja. Peristiwa itu dipicu oleh ketidakadilan yang dialaminya bersama pamannya Ki Wiradiwangsa dan Raden Sutaji, yang dilakukan oleh Raja (Paku Buwono II).

Ketidakadilan itu berupa kedudukan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Pangeran Sambernyawa seharusnya menjadi Pangeran Sentana, tetapi hanya dijadikan Gandhek Anom yang sejajar dengan abdi dalem Manteri.

Akan tetapi ketika Pangeran Sambernyawa mengadukan ketidakadilannya, justru hanya ditanggapi dengan sekantong emas oleh Patih Kartasura. Hal tersebut membuat Pangeran Sambernyawa marah dan malu, karena tujuannya adalah menuntut ketidakadilan, bukan untuk mengemis.

Pangeran Sambernyawa kemudian menghimpun kekuatan untuk melawan pasukan VOC dan pemerintahan Mataram. Karena pada saat itu, pemerintahan Mataram bersekutu dengan VOC.

Pangeran Sambernyawa sendiri memiliki kecerdasan dan kesaktian yang ditakuti oleh para musuhnya. Hal tersebut karena Pangeran Sambernyawa sudah dididik dengan berbagai ilmu kanuragan. Ketajaman batin yang sangat tinggi tersebut didapatkan dari laku tirakatnya.

Pada 28 Desember 1757, Pangeran Sambernyawa diangkat menjadi kepala pemerintahan dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I. Pangeran Sambernyawa juga memiliki banyak jasa untuk kesejahteraan rakyat, memperbaiki perekonomian dengan membangun tempat – tempat peribadatan dan mengembangkan sastra babad.

Pangeran Sambernyawa meninggal pada 28 Desember 1795. Kemudian pada 1983 dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional dan mendapat penghargaan Bintang Mahaputra.

Reporter : Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Sumber : Kisah Pangeran Sambernyawa, Ketajaman Batin dan Kesaktiannya Ditakuti Tentara Belanda

Kisah Pangeran Sambernyawa, Pemberontak yang Ditakuti VOC dan Sekutunya

Mangkunegara I (Pangeran Sambernyawa): Perjuangan dan Kepemimpinan

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini