Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Laksamana Cheng Ho, Membawa Islam Menjelajah Dunia

Jakarta, Aktualiti.com – Laksamana Cheng Ho merupakan seorang penjelajah terkenal dari china yang melakukan pengembaraan antara tahun 1405 hingga 1433. Ekspedisi yang dilakukan meliputi berbagai negara di Afrika dan Asia termasuk Indonesia.

Dijelaskan melalui laman tirto.id, ekspedisi pertamanya pada tahun 1405 mampu mencapai Asia tenggara, yaitu Semenanjung Malaya, Sumatera dan Jawa. Kemudian dilanjutkan ekspedisi kedua antara 1407 – 1409, dan ekspedisi ketiga pada 1409 – 1411. Ketiga ekspedisi tersebut telah sampai di daerah India dan Srilanka

Ekspedisi keempat antara tahun 1413 hingga 1415 pelayarannya semakin jauh, hingga mencapai daerah Aden, Teluk Persia, dan Afrika Timur. Ekspedisi kelimanya juga melewati jalur yang sama seperti ekspedisi keempat, dan dilakukan pada tahun 1417 – 1419.

Ekspedisi keenamnya dilakukan pada tahun 1421 – 1422. Kemudian pada ekspedisi yang terakhir, Laksamana Cheng Ho telah berhasil mencapai Laut Merah pada 1431 – 1433.

Baca juga : Mengenal Jaka Tingkir, Murid Sunan Kalijaga dan Pendiri Kerajaan Pajang

Armada yang dimiliki Laksamana Cheng Ho hingga saat ini belum ada yang memilikinya, sekitar 307 kapal dengan pelaut sekitar 27.800 orang. Dia juga diyakini turut menyebarkan agama Islam di nusantara, sehingga namanya tidak asing didengar.

Kapal dari Armada Laksamana Cheng Ho berukuran sekitar 138 meter dengan lebar 56 meter. Kapal tersebut menjadi kapal dengan ukuran terbesar pada abad itu. Terdapat 62 kapal besar, ditambah 190 kapal lain yang ukurannya lebih kecil, sisanya adalah kapal – kapal tambahan.

Perbekalan yang dibawa ketika berlayar antara lain bambu China sebagai suku cadang kapal. Terdapat pula bahan pangan seperti sapi, kambing, dan ayam. Juga mengangkut komoditas seperti emas, perak, porselen, dan kain sutera yang akan dijual atau barter dengan negara tujuan.

Mengutip dari Kompas.com, selama perjalanan pelayarannya Laksamana Cheng Ho juga selalu membawa hadiah – hadiah dari daerah yang dikunjunginya. Hadiah yang dibawanya tersebut diberikan kepada Sang Kaisar.

Laksamana Cheng Ho selalu mengunjungi Indonesia selama tujuh kali ekspedisi yang dilakukan. Sehingga banyak bukti yang menunjukkan hal tersebut. Seperti Lonceng Cakra Donya yang diberikan kepada Sultan Aceh saat dia berkunjung ke Samudera Pasai.

Ada juga beberapa barang khas Tiongkok yang diberikan kepada Sultan Cirebon, seperti piring yang bertuliskan Ayat Kursi. Selain itu juga terdapat Klenteng Sam Po Kong dan patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong. Peninggalan tersebut diberikan saat Laksamana Cheng Ho berlabuh di Muara Jati, Cirebon, pada tahun 1415.

Baca juga : Ranggawarsita, Santri Nyeleneh Pujangga Terakhir Tanah Jawa

Bukti lain mengenai kedatangan Laksamana Cheng Ho di Indonesia adalah Masjid Cheng Ho yang berada di Surabaya, Palembang, Malang, dan beberapa daerah lainnya.

Misi utama dari ekspedisi yang dilakukan Laksamana Cheng Ho adalah untuk menjalin persahabatan dengan negara – negara lain. Serta juga memiliki agenda tersendiri, seperti menyebarkan agama Islam. Tidak sedikit pula ulama dan awak kapal yang beragama Islam. Beberapa diantaranya adalah Ma Huan, Guo Chongli, Hasan, Sha’ban, dan Pu Heri.

Sehingga tak heran jika yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho dengan menunjukkan supremasi politik negerinya. Selain itu, Laksamana Cheng Ho juga pernah mengunjungi Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana. Ada pula kerajaan lain di wilayah Indonesia yang dikunjungi Laksamana Cheng Ho seperti Palembang, Kerajaan Lamuri, Kerajaan Samudera Pasai, Kalimantan, dan wilayah lainnya.

Bagi kerajaan – kerajaan di Nusantara, pelayaran Laksamana Cheng Ho dikenang melalui pendirian bangunan – bangunan berarsitektur Cina. Laksamana Cheng Ho juga gemar mengutamakan sikap ramah dalam diplomasi.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini