Wednesday, September 28, 2022
spot_img
spot_img

Mahbub Djunaidi Diabadikan Menjadi Salah Satu Nama Jalan di Jakarta

Jakarta, Aktualiti.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan perubahan beberapa nama-nama jalan di Jakarta Pusat untuk memperingati Hajatan ke-495 Jakarta.

Perubahan nama jalan itu diganti dengan nama-nama tokoh Jakarta khususnya Betawi, tak terkecuali Mahbub Djunaidi. Seorang Betawi tulen yang lahir di Tanah Abang pada 27 Juli 1933.

Dalam peresmian penetapan nama jalan dengan nama-nama tokoh Betawi dan Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (20/6/2022).

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan turut mengundang perwakilan keluarga dari tokoh-tokoh Betawi yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Jakarta.

Salah satu undangannya adalah perwakilan keluarga Mahbub Djunaidi yang dihadiri langsung oleh putra kelima Mahbub, Isfandiari.

Baca juga : Ketua PWNU DKI Jakarta: Kader PMII Harus Jadi Pemimpin!

Isfan sapaan akrabnya menyampaikan bahwa pihak keluarga sangat berterimakasih kepada pemerintah atas ikhtiar yang dilakukan untuk menghormati tokoh-tokoh yang telah berjasa.

“Sangat menghargai dan respek kepada pemerintah yang berikhtiar menghormati insan-insan yang berjasa dengan memberikan nama beliau untuk jalan sebagai penghormatan dan semoga menjadi inspirasi daerah-daerah lain.Terima kasih atas nama keluarga” ungkap Isfan yang juga Wasekjend PBNU periode 2022-2027 kepada Aktualiti via WhatsApp.

Putri ketiga Mahbub Mirasi juga menambahkan bahwa sangat sulit untuk menyamai kebesaran dan kehebatan seorang Mahbub Djunaidi.

“Berkat kasih sayang Allah, Bung yang sudah berpulang 27 tahun yang lalu, kembang-kembang kebaikannya masih terus bermekaran dari satu dan lainnya. Mewariskan nama besar yang membuat haru dan bangga kita semua sebagai keluarga,” imbuh Teh Mira.

Baca juga : PB PMII: Indonesia Akan Jadi Pusat Perekonomian Syariah Dunia

Nama Mahbub Djunaidi sendiri menggantikan nama Jalan Srikaya dekat Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Selain dikenal sebagai tokoh Betawi, Mahbub juga dikenal sebagai wartawan, sastrawan, aktivis, kolomnis, agamawan dan politikus.

Dalam bidang keorganisasian dan politik ia pernah menjabat Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI), anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ketua Umum Pengurus Besar Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) tahun 1960 – 1967, Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Wakil Ketua PBNU dan Wakil Ketua DPR Fraksi PPP.

Di samping aktif dalam bidang keorganisasian dan politik, Mahbub juga memiliki karier dalam bidang jurnalistik. Kariernya dalam bidang jurnalistik itu makin berkembang setelah ia menjabat Pemimpin Redaksi Duta Masyarakat (1960-1970), yakni surat kabar yang bernaung di bawah NU. Dia diangkat sebagai Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat (1963) dan Ketua Umum PWI Pusat (1965-1970).

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini