Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Mengenal Jaka Tingkir, Murid Sunan Kalijaga dan Pendiri Kerajaan Pajang

Jakarta, Aktualiti.com – Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya merupakan tokoh yang cukup terkenal di Kerajaan Demak, juga menjadi pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang.

Jaka Tingkir lahir pada 18 Jumadil AKhir tahun Dal Mangsa VIII dengan nama asli Raden Mas Karebet.

Jaka Tingkir merupakan putra dari Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging dan Nyi Ageng Pengging. Selain itu, juga merupakan cucu dari Andayaningrat, penguasa kerajaan kuno di Boyolali.

Pada saat kelahiran Jaka Tingkir, ayahnya sedang menggelar pertunjukan wayang beber, yang pada saat itu dalangnya adalah Ki Ageng Tingkir. Saat pertunjukan, muncul suara ‘kemebret’ karena tiupan angin. Dari situlah, Kebo Kenanga terinspirasi dan memberi nama anaknya yang baru lahir dengan nama Mas Karebet.

Baca juga : Ranggawarsita, Santri Nyeleneh Pujangga Terakhir Tanah Jawa

Raden Mas Karebet dikenal dengan nama Jaka Tingkir karena diangkat menjadi anak oleh Nyi Ageng Tingkir, karena saat itu kondisinya yatim piatu.

Ayahnya dihukum mati karena dituduh memberontak Kerajaan Demak. Ibunya sakit dan meninggal dunia setelah kematian ayahnya.

Saat muda Jaka Tingkir dikenal sebagai pemuda yang gemar bertapa, berlatih bela diri dan kesaktian. Kemudian tumbuh menjadi pemuda yang tangguh dan tampan.

Jaka Tingkir mengabdi kepada Kerajaan Demak yang pada saat itu dipimpin oleh raja ketiga Demak, Sultan Trenggono (1505 – 1513 dan 1521 – 1546).

Dia diangkat menjadi prajurit Demak berpangkat Lurah Wira Tamtama karena kemampuan Jaka Tingkir melompati kolam yang lebar dan membuat Sultan Trenggono terkesan.

Jaka Tingkir kemudian dinikahkan dengan putri Sultan Trenggono, yaitu Ratu Mas Cempaka.

Jaka Tingkir juga berhasil menumpas pemberontakan Arya Penangsang yang merupakan kerabat Kerajaan Demak yang menjadi Adipati Jipang.

Arya penangsang tak terima karena ayahnya dibunuh oleh Sunan Prawoto yang merupakan putra mahkota Kerajaan Demak.

Arya Penangsang kemudian melakukan pembalasan, tetapi karena sayembara yang dibuat oleh Jaka Tingkir, Arya Penangsang berhasil dibunuh oleh Sutawijaya.

Baca juga : Raden Patah, Pendiri Kesultanan Demak yang Akrab dengan Para Wali

Setelah terjadinya pemberontakan, pusat Kerajaan Demak dipindahkan ke Pajang, dengan menunjuk Jaka Tingkir sebagai raja yang berkuasa antara tahun 1568 – 1582. Demak kemudian menjadi daerah Kadipaten yang dipimpin oleh Adipati Sunan Prawoto.

Selama memerintah, Jaka Tingkir berhasil mengantarkan Kerajaan Pajang menuju puncak kejayaan. Kerajaan Pajang juga sukses menjadi kerajaan agraris dengan pertanian menjadi tulang punggung perekonomiannya.

Jaka Tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia setelah pulang dari pertempuran antara Kerajaan Pajang dan Kerajaan Mataram Islam. Jaka Tingkir kemudian dimakamkan di Desa Butuh, kampung halaman ibunya.

Jaka Tingkir juga dikenal sebagai murid kesayangan dari Sunan Kalijaga. Selain itu, berdasarkan dari garis keturunannya, secara sederhana, Jaka Tingkir dapat dikatakan kakek ketiga dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Kemudian dapat disebutkan pula bahwa Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid merupakan generasi keenam keturunan Jaka Tingkir.

Selain itu, Garis Keturunan Jaka Tingkir juga sampai pada Sunan Giri. Sehingga dapat dikatakan bahwa Jaka Tingkir merupakan sesepuh dari tokoh – tokoh Islam yang sangat dihormati. Perjuangannya diteruskan oleh cucu – cucunya hingga saat ini.

Sumber : Kisah Hidup Jaka Tingkir, Raja Pertama dan Pendiri Kerajaan Pajang 

Siapa Joko Tingkir? Ini Kisah Sosok yang Namanya Disebut di Lirik Lagu Viral

Siapakah Jaka Tingkir?

Reporter : Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini