Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Mengenal Sunan Prapen, Cucu Sunan Giri yang Dijuluki ‘Paus Islam’ oleh VOC

Jakarta, Aktualiti.com – Sunan Prapen bernama asli Syekh Maulana Fatikhal merupakan putra dari Sunan Dalem atau Syekh Maulana Zainal Abidin, dan cucu dari Sunan Giri atau Raden Ainul Yaqin. Sunan Prapen dianggap sebagai Paus Islam atau Raja Imam oleh VOC, karena perannya yang memberikan berkah kepada raja – raja Demak dan pajang yang baru dinobatkan.

Bahkan pengaruh spiritual dan kealimannya begitu luas hingga sampai ke daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Lombok.

Sunan Prapen lahir sekitar tahun 1412 Saka dan merupakan penerus dari Giri Kedaton keempat (1507 – 1605 M). Sunan Prapen dipercaya sebagai seorang pujangga besar penggubah kitab ASRAR yang dijadikan dasar menyusun Jongko Joyoboyo.

Selain itu, Sunan Prapen juga seorang empu atau pembuat keris yang memiliki karya bernama keris Suro Angun – Angun yang terkenal.

Baca juga : Sunan Kalijaga, Sosok Ulama sekaligus Seniman Tanah Jawa

Dalam Giri Kedhaton, Sunan Prapen merupakan pemimpin agama. Sunan Prapen memerintah dalam rentang waktu yang panjang, antara 1548 hingga 1605.

Di bawah kepemimpinannya, Sunan Prapen telah berjasa membentuk dan memperluas kekuasaan Kerajaan Islam, baik di Jawa Timur, di Jawa tengah, maupun di sepanjang pantai pulau – pulau Nusantara timur.

Sunan Prapen juga merupakan orang yang menyebarkan agama Islam ke pulau Lombok atas perintah dari Sunan Giri pada tahun 1545. Dalam misi dakwah tersebut, Sunan Prapen ditemani oleh prajurit dan beberapa orang patih. Patih tersebut antara lain Patih Mataram, Arya Kertasura, Jaya Lengkara, Adipati Semarang, Tumenggung Surabaya, Tumenggung Sedayu, Tumenggung Anom Sandi, Ratu Madura, dan Ratu Sumenep.

Di pulau Lombok juga ditemukan banyak bukti keberadaan Sunan Prapen. Seperti Giri Menang yang dipercaya sebagai tempat persinggahan Sunan Prapen selama menyebarkan Islam di Lombok. Selain itu juga terdapat masjid tua dan penamaan kelurahan dengan nama ‘Prapen’.

Sebagai pemimpin agama, Sunan Prapen lebih banyak melakukan dakwah dibandingkan kegiatan dagang. Selain itu, Sunan Prapen juga tidak terlalu mencampuri urusan politik penguasa – penguasa.

Baca juga : Mendalami Suluk Linglung, Ajaran Makrifat Sunan Kalijaga

Dalam Serat Kandha juga diceritakan mengenai Sunan Prapen yang dianggap sebagai orang yang alim dan bijaksana oleh para penguasa Jawa.

Hal tersebut karena Sunan Prapen berperan menjadi pendamai antara pasukan dari Mataram dan pasukan dari Surabaya yang melakukan pertempuran pada 1589. Sunan Prapen juga menjadikan Giri Kedhaton sebagai tempat berlindung bagi raja – raja Jawa yang terdampak pertempuran.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini