Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Raden Patah, Pendiri Kesultanan Demak yang Akrab dengan Para Wali

Jakarta, Aktualiti.com – Raden patah merupakan pendiri Kesultanan Demak yang memiliki garis keturunan Tionghoa dari ibunya. Raden Patah merupakan putra dari Prabu Brawijaya V dan Siu Ban Ci. Nama kecilnya adalah Jin Bun yang bergelar Senapati Jinbun atau Panembahan Jinbun. Raden Patah lahir di Palembang 1455 dan meninggal di Demak pada 1518.

Raden Patah mempelajari banyak bidang ketika beranjak dewasa. Salah satu yang menjadi fokusnya adalah pendidikan politik dan kebangsawanan. Selain itu, Raden Patah juga belajar agama di Ampel Denta, pesantren milik Sunan Ampel.

Dari Ampel Denta inilah, Raden Patah memiliki jaringan pertemanan yang luas. Raden Patah belajar agama di Ampel Denta bersama Raden Paku (Sunan Giri), Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Qosim (Sunan Drajat).

Setelah lulus, Raden Patah akhirnya menjadi ulama. Raden Patah dipercaya untuk membuat pemukiman di Bintara. Konon saat membuat pemukiman tersebut, Raden Patah ditemani oleh Sunan Palembang dan Arya Dillah beserta tentaranya. Raden Patah memusatkan kegiatan, kajian keagamaan dan mendirikan pondok pesantren di lokasi tersebut.

Daerah Bintara lama kelamaan menjadi ramai. Selain itu, di Bintara juga, syiar agama dilaksanakan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Sehingga tempat tersebut digunakan para Wali Songo untuk perencanaan mengenai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Setelah berdirinya kerajaan Islam tersebut, Raden Patah diangkat menjadi raja pertama di Kesultanan Demak pada 1478 hingga 1518 Masehi. Sejalan dengan pengukuhan Raden Patah oleh Sultan Turki sebagai Khalifatullah ing Tanah Jawa. Saat kepemimpinan Raden Patah inilah pengaruh Islam mulai berkembang cepat, yang juga dibantu oleh Wali Songo.

Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Raden Patah juga merupakan seorang bangsawan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara Demak.

Selain itu Raden Patah juga memiliki banyak peran dalam memperluas dan mempertahankan Kerajaan Majapahit. Diantaranya adalah Raden Patah berhasil menaklukkan Girindra Wardhana yang merebut tahta dan mengambil alih kekuasaan Majapahit.

Raden Patah juga berhasil melakukan perlawanan kepada Portugis yang telah menduduki Mahala dan ingin mengganggu Demak. Raden Patah mengutus putranya yaitu Pati Unus untuk memimpin perlawanan tersebut.

Selain itu, dalam bidang dakwah, Raden Patah juga memiliki peran yang besar. Salah satunya adalah dengan mencoba menerapkan hukum Islam dalam berbagai aspek kehidupan.

Reporter: Masning Salamah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini