Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Soesilo Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Doktor, Penulis, dan Pemulung

Jakarta, Aktualiti.com – Soesielo Toer merupakan adik kandung dari Pramoedya Ananta Toer, sastrawan termasyhur Indonesia yang diperhitungkan oleh dunia.

Lahir pada 17 Februari 1937. Soesilo Toer merupakan seorang doktor bidang politik dan ekonomi, lulusan dari Institut Perekonomian Rakyat, Plekhanov Uni Soviet. Sebelumnya, mendapat gelar master dari Universitas Patrice Lumumba.

Setelah G30S PKI pada 1965, kehidupannya semakin sulit. Terlebih ketika banyak yang menganggap dirinya sebagai PKI. Sehingga paspornya dicabut pada 1966 dan dirinya ditahan oleh pihak imigrasi ketika pulang ke Indonesia pada 1973.

Karena tuduhan terlibat PKI itu, ijazah yang diraih ketika di Uni Soviet tidak dianggap legal oleh pemerintah, dan membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Baca juga : Mengenal Liz Truss, Perdana Menteri Wanita Ketiga di Inggris

Hingga pada akhirnya, dia memilih menjadi pemulung di sekitar Blora. Selain itu, dirinya juga merawat Perpustakaan Pataba (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa) setelah kematian Pramoedya.

Soesilo Toer baru keluar dari tahanan politik masa Orde Baru pada 1978, tanpa pengadilan dan pembuktian yang jelas. Tetapi predikat mengenai eks tahanan politik Orde Baru menyengsarakan Soesilo Toer, karena selalu dituding sebagai PKI.

Sejak kecil kehidupan Soesilo Toer bersama saudara – saudarinya sudah susah. Hal tersebut disebabkan kejatuhan ekonomi setelah meninggalnya ayahnya.

Saat itu mereka sekeluarga tinggal di rumah kecil di Tanah Abang, dan diberikan uang bulanan 10 rupiah oleh Pramoedya. Akan tetapi uang tersebut belum cukup, sehingga Soesilo Toer mengikuti Pramoedya untuk menulis.

Kebiasaan menulis tersebut akhirnya sudah menjadi bagian hidup bagi Soesilo Toer dan mengantarkannya meraih beasiswa ke Uni Soviet. Dia mendapatkan beasiswa master dan doktor dari otoritas Uni Soviet.

Soesilo Toer sempat menjadi dosen di Universitas 17 Agustus Jakarta pada 1986. Dirinya mengaku mengajar empat mata kuliah, seperti ekonomi uang dan bak, serta seminar penelitian.

Baca juga : Kisah Pangeran Sambernyawa, Kesatria Cerdas yang Ditakuti VOC

Selain itu, dirinya juga tergabung sebagai anggota penelitian dan pengembangan.

Hingga saat ini, Soesilo Toer sangat produktif dalam menghasilkan prosa dan tulisannya. Bahkan, Soesilo Toer mengungguli kakaknya dalam jumlah karya. Dia sudah aktif menulis sejak usia 13 tahun.

Selain itu, tidak banyak yang tahu, bahwa Soesilo Toer membuat Disertasi mengenai Kearifan Lokal untuk Membangun Indonesia.

Soesilo Toer percaya bahwa kearifan lokal menjadi elemen penting untuk membangun negara. Meski dirinya tidak berharap apabila tidak banyak orang yang mendukung gagasannya, karena setiap orang pasti memiliki pandangan sendiri – sendiri.

Kini, aktivitas yang dijalani oleh Soesilo Toer adalah menulis buku. Sedangkan untuk mencukupi kehidupannya sehari – hari, dia mengais sampah sekitar Blora.

Upah itu membuatnya merasa cukup karena memberikan kebebasan, meski di sisi lain mendapatkan beberapa pemasukan dari penerbitan buku yang ia tulis.

Reporter: Masning Salamah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini