Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Sunan Kalijaga, Sosok Ulama sekaligus Seniman Tanah Jawa

Jakarta, Aktualiti.com – Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari Wali Songo, penyebar agama Islam di tanah Jawa. Lahir di Tuban, Jawa Timur, pada sekitar 1430 – 1450 M. Merupakan putra Adipati Tumenggung Wilatikta, Bupati Tuban.

Sunan Kalijaga bernama kecil Raden Mas Syahid. Selain itu, juga dikenal dengan berbagai nama, seperti Syekh Malaya, Lokajaya, Raden Abdurrahman, Pangeran Tuban, dan Ki Dalang Sida Brangti.

Sunan Kalijaga hidup di dalam empat era atau masa kerajaan. Diantaranya pada masa Kerajaan Majapahit (sebelum 1478 M), pada masa Kesultanan Demak (1481 -1546 M), pada Masa Kesultanan Pajang (1546 – 1548 M), dan pada awal masa pemerintahan Mataram (1580-an).

Sunan Kalijaga merupakan murid dari Sunan Bonang. Dalam dakwahnya, Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan kesenian dan kebudayaan.

Sebelum menjadi seorang Wali. Sunan Kalijaga merupakan remaja yang sering melakukan tindak kekerasan, suka berjudi, minum – minuman keras, perkelahian, perampokan dan melakukan banyak perbuatan tercela lainnya.

Baca juga : Mengenal Gus Maksum, Pendekar dari Pesantren Lirboyo

Sunan Kalijaga bahkan pernah membongkar gudang kadipaten untuk mengambil bahan makan, yang kemudian dibagikan kepada orang – orang yang memerlukan secara diam – diam. Tetapi tindakannya tersebut diketahui oleh penjaga keamanan, yang membuatnya dibawa ke hadapan ayahnya.

Karena ulah Sunan Kalijaga itu, membuat ayahnya malu dan mengusirnya. Tetapi hal itu tidak membuat Sunan Kalijaga berhenti melakukan kegiatannya berbagi kepada orang yang membutuhkan.

Kemudian Sunan Kalijaga bertemu dengan Sunan Bonang di hutan Jatiwangi. Saat itu Sunan Kalijaga ingin membegal dan merampas tongkat milik Sunan Bonang. Tetapi hal itu digagalkan oleh Sunan Bonang dengan cara menasehatinya. Akhirnya Sunan Kalijaga sadar dan ingin belajar menjadi murid Sunan Bonang.

Sunan Kalijaga memiliki bekal ilmu silat dan jiwa yang tangguh. Sunan Kalijaga pun juga belajar berbagai ilmu dari Sunan Bonang. Seperti kesenian, kebudayaan, belajar kesusastraan Jawa, pengetahuan mengenai falak, serta belajar ilmu – ilmu rohaniah dalam ajaran Islam.

Sunan Kalijaga memulai dakwahnya di Desa Kalijaga, Cirebon, dan mengislamkan penduduk Indramayu dan Pamanukan. Paham keagamaan Sunan Kalijaga sama dengan Sunan Bonang, yaitu ‘sufistik berbasis salaf’ bukan ‘sufi panteistik’.

Selain itu, model dakwah yang dilakukan Sunan Kalijaga pun sama, dengan berdakwah menggunakan kesenian dan kearifan lokal. Hal tersebut karena masyarakat setempat memiliki watak yang mudah lari apabila dipaksa. Sehingga Sunan Kalijaga menggunakan kesenian, keramahan, dan nilai – nilai luhur budaya yang serupa. Karena Sunan Kalijaga memiliki kepercayaan, bahwa ketika Islam sudah dipahami maka kebiasaan lama akan hilang dengan sendirinya.

Baca juga : Menyelami Islam Kejawen, Sebuah Akulturasi Budaya Lokal dan Agama

Selain itu, Sunan Kalijaga juga merancang pendekatan akulturasi budaya dengan cara menyisipkan nilai – nilai Islam ke dalam budaya lokal. Bahkan Sunan Kalijaga turut serta menyumbangkan ide – ide, seperti perencanaan alat – alat pertanian, desain pakaian, seni ukir, wayang, permainan tradisional, hingga musik gamelan.

Sunan Kalijaga bahkan turut serta menciptakan suluk, perayaan sekatenan, grebeg maulud, lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu. Bahkan sampai dengan lanskap pusat kota berupa keraton, alun – alun dengan dua beringin, serta masjid merupakan konsep yang digagas oleh Sunan Kalijaga.

Karya – karya itulah yang akhirnya dijadikan media dakwah. Berkat peran dari Sunan Kalijaga, akhirnya tumbuh wajah Islam yang berbudaya, moderat, lentur, dan menyerap berbagai budaya lokal.

Sunan Kalijaga berdakwah dengan kesenian, seperti menggunakan wayang kulit. Hal tersebut karena merupakan ciri khas seni yang halus dan mudah diterima masyarakat secara meluas dan mampu mengajak seseorang masuk Islam tanpa kekerasan. Selain itu wayang kulit juga merupakan korelasi antara budaya lokal dengan nilai Islam.

Selain itu, Sunan Kalijaga juga berdakwah menggunakan tembang. Karena tembang mengandung nasihat spiritual dan mudah dihafal. Liriknya pun mempunyai tafsir yang sarat dengan dakwah.

Dakwah Sunan Kalijaga dari Cirebon berlanjut ke arah timur, melalui pesisir utara sampai ke Kadilangu, Demak. Di tempat tersebutlah, Sunan Kalijaga menetap lama hingga akhir hayatnya. Selain itu, juga menjadi tempat bagi Sunan Kalijaga membina rumah tangga bersama Dewi Sarah, putri Maulana Ishaq.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Sumber : Raden Said itu Seniman yang Wali , Sunan Kalijaga: Pendakwah, Budayawan & Seniman Wayang Kulit.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini