Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Bobol Data Pemerintah RI, Ternyata Bjorka Beralasan Demi Teman

Jakarta, Aktualiti.com – Baru-baru ini, Hacker dengan nama Bjorka tengah menjadi perhatian publik Indonesia. Pasalnya, lewat akun Twitter @bjorkanism, dia mengaku telah mampu membobol data pemerintah Indonesia.

Awal mulanya, dia menulis dalam postingannya terkait penunjukan orang yang tidak kompeten sebagai pimpinan suatu lembaga. Dalam kasus ini yaitu yang terkait dengan teknologi. Selain itu, data yang dibobol seperti surat rahasia yang ditujukan untuk Jokowi, termasuk dari Badan Intelejen Negara (BIN).

Menurutnya, negara Indonesia tidak akan pernah berkembang jika masih mempercayakan suatu lembaga kepada orang-orang yang tidak kompeten. Hal tersebut dibuktikan olehnya dengan mudahnya membobol data milik pemerintah.

“This is a new era to demonstrate differently. Nothing would change if fools were still given enormous power. The supreme leader ini technology should be assigned to someone Who understands, not a politican and not someone form The armed forces. Because they ar Just stupid people,” tulisnya dalam Twitter @bjorkasnism.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih seperti ini postingan yang ditulis olehnya. “Tidak ada yang akan berubah jika orang bodoh masih diberi kekuatan yang sangat besar. Pemimpin tertinggi dalam teknologi harus ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan politis dan bukan seseorang dari angkatan bersenjata, karena mereka hanyalah orang-orang bodoh”.

Dia memaparkan bahwa dirinya mempunyai teman seorang warga Indonesia yang tinggal di Polandia. Dari temannya lah ia mengetahui betapa kacaunya Indonesia.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa motif dirinya membobol data tersebut semata-mata demi temannya tersebut.

“Saya punya teman orang Indonesia yang baik di Warsawa, dan bercerita banyak tentang betapa kacaunya Indonesia. Aku melakukan ini (peretasan) untuknya,” tutur Bjorka.

Bjorka menjelaskan bahwa temannya itu merupakan warga yang dibuang pemerintah dampak dari kebijakan 1965 silam. Di mana peristiwa 1965 tersebut, banyak mahasiswa di luar negeri yang dicekal masuk Indonesia karena dituduh berhaluan kiri.

“Jangan coba-coba lacak dia dari Kementerian Luar Negeri karena Anda tidak akan menemukan apapun. Dia tidak lagi diakui oleh Indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965 meskipun dia adalah orang tua yang sangat pintar,” tulisnya.

Kemudian, dia menuliskan bahwa temannya itu telah meninggal tahun lalu. Selain itu, temannya itulah yang telah merawat Bjorka sejak lahir. Dan sebelum meninggal, temannya itu mengatakan bahwa ingin kembali ke Indonesia dan melakukan perubahan dengan teknologi.

“Tampaknya rumit untuk melanjutkan mimpinya dengan cara yang benar, jadi saya lebih suka melakukannya dengan cara ini. Kita memiliki tujuan yang sama, agar negara tempat dia dilahirkan bisa berubah menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini