Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Daya Terima Masyarakat yang Tinggi Menjadi Kriteria Capres KIB

Jakarta, Aktualiti.com – Hingga saat ini, Koalisi Indonedia Bersatu (KIB) besutan partai Golkar, PAN dan PPP belum menentukan sosok Capres dan Cawapres untuk menyongsong Pemilu 2024 mendatang.

Tetapi, koalisi tersebut telah bersepakat mengenai beberapa kriteria sosok Capres dan Cawapres yang akan diusung. Salah satunya adalah daya terima masyarakat yang tinggi

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PPP, Soeharso Monoarfa dalam sambutannya pada acara silaturahmi nasional KIB di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, sabtu (04/06/2022).

“Kemungkinan itu bisa dari dalam atau luar koalisi atau berkoordinasi di antaranya mumpuni, jejak digital, dan daya terima para calon yang bakal menjadi pertimbangan koalisi,” kata soeharso dalam sambutannya.

Soeharso menegaskan bahwa KIB tak akan ragu mengusung siapapun selama itu diterima dan disepakati oleh semua pihak dalam koalisi.

Tak hanya itu, Menteri Perencanaan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas itu juga menegaskan bahwa unsur rasional dan kepribbadian menjadi bahan pertimbangan KIB dalam menentukan Capres dan Cawapres.

“Maka kita akan menimbang dengan rasional bukan emosional. Kita juga menimbang kepribadian, bukan ikatan pribadi,” tegasnya.

Terakhir, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto, menyampaikan bahwa KIB dibentuk untuk menghilangkan politik identitas dan mencegah perpecahan masyarakat.

“Ke depan akan kita bangun agar politik kita bukan politik identitas dan ini sesuai dengan apa yang diupayakan agar masyarakat kota tidak terbelah. Sesuai dengan judul koalisi ya, bersatu. Tentu kepentingan utama kami adalah rakyat,” katanya.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini