Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Demo Tolak Kenaikan BBM, Gedung Sate Dipenuhi Ribuan Buruh

Bandung, Aktualiti.com – Di depan Gedung Sate, Bandung, ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Rabu, 21 September 2022.

Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat Roy Jinto Ferianto memaparkan bahwa aksi hari ini adalah untuk menyampaikan beberapa sikap kepada pemerintah, salah satunya terkait kenaikan BBM.

“Hari ini kami melakukan aksi unjuk rasa, ada empat poin yang kita minta, yang pertama adalag penolakan harga BBM dan kedua soal penolakan UU Cipta Kerja,” ungkapnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Kemudian, lanjutnya, yang ketiga kami meminta Gubernur Jabar merevisi UMK tahun 2022.

“Kami meminta Gubernur Jabar merevisi UMK tahun 2022. Karena upah minimun tahun 2022 tidak naik, dan dengan adanya kenaikan BBM ini tentu harus ada penyesuaian kenaikan upah,” katanya.

Keempat, pihaknya meminta kenaikan UMK tahun 2023 sekitar 24 persen.

“Dan yang keempat adalah tentang kenaikan UMK tahun 2023,” lanjutnya.

Menurutnya, permintaan kenaikan upah 24 persen tersebut sangat masuk akal.

“Jadi, kenaikan 24 persen ini sangat masuk akal karena pertimbangannya kira lihat saja Pertalite itu dari Rp7.600 menjadi Rp10.000 dan ini kenaikannya itu 32,42 persen. Kemudian Solar dengan harga sekarang itu kenaikannya 26,2 persen,” tutur Roy.

Artinya, lanjutnya, ketika kita minta kenaikan 24 persen itu adalag diangka rata-rata penyesuaian kenaikan BBM dengan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu sangat wajar kita menyesuaikan,” pungkas Roy.

Massa aksi yang merupakan elemen buruh tersebut melakukan longmarch dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ke depan Gedung Sate.

Di depan Gedung Sate, massa aksi mengibarkan berbagai bendera serta orasi menggunakan mobil komando.

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini