Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Imbas Pernyataan Muhaimmin, Lampu Merah Jika PKB Jauh dari NU

Jakarta, Aktualiti.com – Pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimmin Iskandar dalam wawancara bersama CNN Indonesia pada 1 Mei 2022 lalu, bahwa peran Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul’ Ulama (PBNU) tidak berpengaruh terhadap elektabilitias PKB berimbas panjang.

Pengamat politik Adi Prayitno, menyebutkan saat ini hubungan NU dengan PKB terkesan memanas. Ia menyebutkan jika PKB jauh dari PBNU berarti lampu merah bagi partai tersebut.

“Jika jauh dari NU, lampu merah bagi PKB,” ujar Adi Prayitno dalam wawancara bersama CNN Indonesia pada Selasa (24/05) kemarin.

Adi Prayitno yang juga merupakan Direktur Eksekutif Parameter, menyebutkan bahwa ketegangan antara Yahya Cholil Staquf dengan Muhaimmin Iskandar sangat merugikan PKB.

“Pernyataan Muhaimmin yang menyatakan bahwa ketum PBNU tidak berpengaruh terhadap elektabilitas PKB adalah sebuah bentuk kepanikan. PKB jika ditinggal PBNU mirip sebuah kiamat kecil,”

“Karena kita tahu selama ini, basis Nahdliyin adalah satu-satunya yang terafiliasi dengan PKB,” sambung Adi.

Lebih jauh, Adi Prayitno menyebut bahwa ketegangan ini akan sangat berdampak secara signifikan terhadap elektabilitas PKB jelang 2024.

“PKB adalah partai Islam terkuat dengan perolehan 9,8% suara. PKB bisa besar karena basisnya adalah masyarakat yang terafiliasi langsung secara kulturan dengan NU.”

“Kalau basis massa ini dicerabut dan hubungan antar ketum PBNU dengan ketum PKB terus memanas, ini tidak menguntungkan bagi PKB secara psikologis politik,” ujar Adi Prayitno.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini