Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Jika PDIP Bergabung, Cak Imin Diprediksi Hengkang dari Koalisi PKB-Gerindra

Jakarta, aktualiti.com- Koalisi PKB dan Gerindra diprediksi tidak bertahan lama jika PDIP ikut bergabung. Kehadiran partai penguasa itu dianggap tidak akan disambut baik oleh PKB.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik, Ujang Komarudin. Ujang menilai koalisi kedua partai tersebut dibentuk bukan atas ketidaksengajaan. Menurutnya, koalisi tersebut dibentuk sebagai upaya menghantarkan masing-masing ketua umumnya bisa menjadi kandidat di Pemilu 2024.

Dengan suara yang lebih banyak dibandingkan PKB, Gerinda pasti mendorong ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Sedangkan Muhaimin Iskandar dipasang sebagai calon wakil presiden.

Komposisi tersebut diprediksi tidak bertahan lama jika PDIP ikut bergabung dalam koalisi PKB-Gerindra. Sebagai partai yang mengantongi suara terbanyak di Pemilu 2019, pasti memiliki pengaruh yang sangat kuat.

“Jadi kalau di tengah jalan lalu PDIP masuk berkoalisi, bergabung maka suka tidak suka, senang tidak senang akan memperumit situasi, akan bercerai berai itu. Dan PKB pasti akan keluar, pasti tidak mau,” kata Ujang ketika dihubungi, Jumat (2/9/2022).

Ujang menerangkan, banyak faktor yang mendasari hengkangnya PKB dari koalisi. Diantarayanya adalah posisi Cawapres Muhaimin yang terancam digantikan dengan salah seorang kader PDIP.

Meski secara resmi belum jelas siapa yang akan diusung oleh partai, tetapi kekinian PDIP cenderung mendorong Puan Maharani untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang. Dengan kehadiran PDIP dalam koalisi PKB-Gerindra, maka pamor Muhaimin akan tergerus oleh Puan.

Faktor kedua adalah suara. Ujang menjelaskan bahwa PDIP memiliki suara lebih banyak ketimbang Gerindra dan bahkan jauh jika dibandingkan dengan PKB.

“Jadi juga akan merugikan PKB yang dianggap suaranya lebih kecil dibandingkan PDIP kan begitu, Bargaining-nya lebih kecil dibandingkan PDIP. Oleh karena itu ya Cak Imin mengatakan akan rumit akan complicated lah ya akan sulit akan sudah dan membuat koalisi itu tidak jadi,” jelas Ujang.

Sebagai informasi bahwa kemungkinan PDIP bisa bergabung dengan koalisi pemerintah, diantaranya koalisi PKB-Gerindra. Hal itu sempat diutarakan Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto pada Sekolah Partai PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (17/08/22).

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini