Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Ketua KPU RI: Pemilu adalah Arena Konflik yang Sah dan Legal

Jakarta, Aktualiti.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa pemilu adalah arena konflik yang dianggap sah dan legal.

Hal itu diungkapkan Hasyim saat pidato dalam Peluncuran Tahapan Pemilu 2024, di Gedung KPU RI, Jakarta, pada Selasa (14/06/2022) malam.

“Pemilu, pilkada adalah arena konflik yang dianggap sah dan legal untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan,” kata Hasyim dalam siaran langsung YouTube KPU RI.

Dia menyebut hal itu karena pemahaman masyarakat yang majemuk tapi kemudian dibalut dengan asas berbangsa yaitu bhinneka tunggal ika.

“Itu artinya kita menyadari bahwa kita ini beragam, kita ini majemuk, tetapi harus kita sadari bahwa kita ini satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air, yaitu Indonesia,” ujarnya.

Hasyim mengingatkan pentingnya sama-sama berkomitmen menjadikan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa sebagai perwujudan keberagaman tersebut.

“Pemilu betul disitu terjadi konflik terjadi kompetisi, tetapi akan menjadi sarana kita semua untuk mengendalikan diri untuk menjamin bahwa kompetisi itu berujung kepada integrasi,” katanya.

“Setelah berkompetisi untuk memperoleh kursi dalam waktu yang tidak terlalu lama partai-partai politik akan berangkulan, berkoalisi, bergabung kembali dalam mendukung atau mencalonkan pasangan calon kepala daerah,” lanjut Hasyim.

Dia berpesan agar jajaran KPU di berbagai tingkatan selalu bertugas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Maka sesungguhnya KPU sebagai penyelenggara pemilu adalah manajer konflik, oleh karena itu dilarang anggota KPU menjadi bagian faktor penyebab konflik,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pemilu berjalan secara luber dan jurdil sesuai dengan Pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945 (UUD’45). Sudah seharusnya bagi penyelenggara pemilu memastikan pemilu berjalan secara reguler setiap lima tahun sekali.

Dia kemudian mengingatkan bahwa dari pemilu akan menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

“Pemilu ini sebagai arena musyawarah besar rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin-pemimpinnya, untuk menata kemajuan bangsa ke depan, tapi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Hasyim.

 

Reporter: Fikri Hadiansyah
Editor: Fikri Hadiansyah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini