Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

MKNU dan PKPNU Dilebur untuk Satukan Kekuatan SDM NU yang Terserak

JAKARTA, AKTUALITI.com – Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjend PBNU) Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan, revitalisasi sistem kaderisasi struktural NU penting untuk mengintergasikan kekuatan Sumberdaya Manusia (SDM) NU yang terserak.

Ia juga menguraikan alasan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam moratorium kaderisasi struktural NU dan rencana peleburan Madrasah Kader NU (MKNU) dan Pelatihan Kader Penggerak NU (PKP NU).

“PBNU sedang merancang sistem kaderisasi satu pintu atau satu atap,sebagai upaya akselerasi pemerataan kaderisasi NU. Tujuannya jelas untuk memperkuat organisasi NU dari level Ranting (Pengurus NU tingkat Desa atau Kelurahan) hingga tingkat pusat (PBNU),” ungkap Rahmat, Jumat, 11 Maret 2022.

Baca juga: Bill Gates Prediksi Teknologi Pengganti Smartphone, Seperti apa Ya?

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, peleburan MKNU dan PKPNU bukanlah bermaksud menihilkan peranan dari dua model kaderisasi yang telah dilaksanakan PBNU selama hampir satu dekade terakhir.

Peleburan tersebut, kata dia, justru untuk menyempurnakan keunggulan dari dua model kaderisasi tadi, yang akan dikelola secara lebih optimal dan sistematis, guna pengembangan kaderisasi dan kepentingan organisasi.

Sistem Kaderisasi struktural NU itu juga akan didukung dengan penguatan data kader NU dalam Bank Kader NU yang akan menjadi rujukan PBNU dalam distribusi kader yang selaras dengan peluang, kesempatan dan kebutuhan yang dinamis dan terukur.

Ke depan, menurut Rahmat, NU memerlukan bank kader seiring banyaknya kepercayaan pemerintah dan pihak luar terhadap eksistensi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Baca juga: Soeharto Disebut 48 Kali, Berikut Isi Lengkap Naskah Akademik Keppres 1 Maret

“Peleburan MKNU dan PKP NU juga diharapkan bisa menghilangkan dikotomi dan fragmentasi yang tidak perlu, lantaran adanya dua model kaderisasi yang berjalan bersamaan. Jadi nanti akan terbangun iklim organisasi yang sehat, karena input kader yang diperoleh dari pola kaderisasi yang terintegrasi ini,” paparnya. ***

Terkait

1 COMMENT

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini