Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Polri Umumkan Tersangka Baru Kasus Kematian Brigadir J Sore ini

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengumumkan tersangka baru kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di Mabes Polri.

Ditanya soal kemungkinan baru, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, “Insya Allah, sore ini,” katanya seperti dikutip dari tempo.co saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (9/8/2022) pagi hari.

Baca Juga: Pengacara Tersangka Ahyudin Pertimbangkan Praperadilan Soal Kasus ACT

Kemungkinan, ujar Dedi, konferensi pers akan dihelat di atas pukul 16.00. Pernyataan soal penetapan tersangka ini akan disampaikan langsung oleh Kapolri.

“Iya betul (akan disampaikan Kapolri). Di atas jam 16.00,” katanya.

Di samping itu, Dedi menambahkan hak ini akan diumumkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

“Nanti Karo Penmas yang umumkan,” katanya saat dihubungi Tribunnews, Selasa pagi.

Sejauh ini, polisi sudah menetapkan Polisi sebelumnya telah menetapkan Bhayangkara Dua Polri Richard Eliezer (Bharada E) yang telah ditetapkan menjadi tersangka pada Rabu, 3 Agustus 2022 dan Brigadir Ricky Rizal (Brigadir R) pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Informasi Tambahan

Bharada E dijerat dengan pasal 338 tentang pembunuhan dengan sengaja KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP sementara Ricky dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP

Dalam kasus ini, Polri juga memeriksa 25 anggota Polri karena melanggar prosedur penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP). Empat di antaranya di amankan di tempat khusus di Mako Brimob untuk pemeriksaan intensif, salah satunya Irjen Pol Ferdy Sambo, mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Sementara itu, Irjen Ferdy Sambo telah ditahan di Mako Brimob Polri. Sambo ditahan karena diduga telah melanggar kode etik terkait kasus ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyidikan kasus ini. Selain itu, dibentuk inspektorat khusus (irsus) untuk menangani adanya dugaan pelanggaran etik oleh polisi saat melakukan olah TKP di rumah dinas Sambo.

Reporter: M. Sahrul
Editor: Royhan Z.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini