Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Rekam Jejak Perbedaan Cak Imin-Gus Dur di Tubuh PKB

Jakarta, Aktualiti.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, terlibat perang urat syaraf dengan Yenny Wahid yang merupakan putri dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Cak Imin dan Yenny saling berbalas cuitan di akun twitter resmi masing-masing.

Yenny sempat menyinggung Cak Imin untuk tidak terlalu berambisi dalam kontestasi Pemilihan Presiden di 2024 nanti. Ia juga menambahkan bahwa dirinya bukan bagian dari PKB Cak Imin, melainkan PKB Gus Dur saat kunjungan ke IPDN Jatinangor, Rabu (22/06) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Cak Imin lantas membalas singgungan Yenny. Melalui akun twitter resminya, Cak Imin menyebut bahwa Yeni bukan bagian dari PKB.

@cakiminNOW
Tangkapan layar cuitan Cak Imin. Sumber: Istimewa

Tidak berhenti disitu, Yenny membalas tanggapan Cak Imin dengan menyebut bahwa Cak Imin hanya mampu merebut partai milik orang lain.

@yennywahid
Tangkapan layar cuitan Yenny Wahid. Sumber: Istimewa

Lantas, bagaimana awal mula rekam jejak perbedaan pandangan antara PKB versi Cak Imin dengan PKB versi Gus Dur?

Perbedaan Cak Imin-Gus Dur di PKB

Cak Imin terpilih sebagai ketua Dewan Tanfidz atau ketua umum PKB melalui Muktamar di Semarang tahun 2005. Pada Muktamar tersebut, Gus Dur diamantkan sebagai ketua Dewan Syura’.

Dilansir dari berbagai sumber, perbedaan kedua pihak mulai terlihat jelang momentum Pemilu 2009.

Gus Dur memecat Cak Imin dari posisi ketua umum PKB lantaran dinilai terlalu dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan tersebut membuat isu Muktamar Luar Biasa (MLB) mencuat di kalangan internal PKB.

Yang menarik, kedua kubu justru melaksanakan MLB masing-masing. Kubu Gus Dur melaksanakan MLB di Parung pada 30 April-1 Mei 2008, sementara kubu Cak Imin bertempat di Hotel Mercure, Ancol, satu hari setelahnya.

Cak Imin dipilih kembali sebagai ketua umum PKB melalui hasil Muktamar Ancol. Tidak hanya itu, MLB Ancol juga memecat Yenny dari posisi sekretaris jenderal dan Gus Dur digantikan oleh Aziz Mansyur sebagai ketua Dewan Syura’.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Mei 2008 menetapkan MLB Ancol sebagai representasi PKB yang sah.

Dikutip dari Kompas.com Hanif Dhakiri yang kala itu menjabat sebagai Wasekjen PKB menyebut bahwa tidak lagi ada dua kubu di PKB.

“Tidak ada lagi dikotomi, tidak ada lagi kubu-kubuan. PKB hanya satu di bawah kepemimpinan Muhaimin dan Lukman Edy,” tandas Hanif pada 19 Mei 2008 lalu.

Pasca peristiwa tersebut, Gus Dur tidak memberikan keterangan apapun sampai akhir hayatnya.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini