Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Ridwan Kamil Bicara “Megatrend” Kepada PBNU

Tasikmalaya, Aktualiti.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperkenalkan istilah Megatrend di hadapan Pengurus Besar Nahdlatul’ Ulama (PBNU). Istilah itu disampaikan oleh Emil, sapaan akrabnya, pada acara pembukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pengukuhan Pengurus Lembaga / Badan Khusus PBNU di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Emil, istilah Megatrend merupakan hasil kajiannya tentang pandangan terhadap dunia pada tahun 2022-2027.

“Saya ingin menyampaikan sebuah kajian, kira-kira 2022 sampai dengan 2027 dunia akan seperti apa. Kajian itu bernama Megatrend dalam 10 tahun ke depan,” ujar Emil yang dilansir dari kanal youtube TVNU.

Yang pertama adalah Trend Global Warming yang semakin nyata. Cuaca akan sangat sulit diprediksi. Hal ini, menurut Emil, akan mewarnai cara pandang masyarakat untuk melihat sebuah perubahan. Kedua adalah disrupsi digital. Lelaki kelahiran Jawa Barat itu menerangkan tentang efek disrupsi digital yang dihadapi pada era sekarang.

“Dulu digital adalah pilihan, sekarang adalah paksaan. Dulu handphone adalah alat komunikasi, sekarang handphone (di Jawa Barat) menjadi alat produksi,” terangnya.

Kemudian yang ketiga akan datang sebuah masalah Kesehatan seperti Covid-19. Lalu kajian yang keempat adalah geopolitik international akan menjadi menguat. Karena itu Emil berharap agar PBNU dapat menjadi organisasi yang adaptif.

“Mudah-mudahan PBNU bisa menjadi kelompok yang paling adaptif menghadapi perubahan gaya hidup oleh pandemi.” ujar Emil.

Selanjutnya yaitu potensi perang antar negara semakin tinggi. Seperti perang yang sedang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ridwan mengajak kepada para hadirin untuk mensyukuri nikmat kondusifitas, toleransi, dan nikmat berkumpul.

“Ada negara bangsa yang tidak bisa melakukan apa yang kita lakukan karena nikmatnya sedang diuji,” tambahnya.

Kajian yang terakhir adalah perebutan sumber daya alam dan perhelatan politik tahun 2024. Semua hasil kajian tersebut, menurut Emil, akan menyertai kepemimpinan dan program-program kerja PBNU kedepan.

Di penghujung sambutan, pria berkacamata itu menyampaikan program dakwah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program tersebut adalah Sadesa (Satu Desa Satu hafiz Quran) yang dititipkan kepada JQH (Jam’iyatul Qura wal Huffaz) NU.

“Alhamdulillah dari 5300 desa, sudah sekitar 4700 desa punya penghafal (quran) 30 juz. Dan itu kami titipkan kepada JQH dari Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Editor: Fanugg

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini