Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Saling Sindir Muhaimin-Yenny, Pengamat: Sejak Lama Memang Tidak Akur

Jakarta, Aktualiti.com- Menjelang Pemilu 2024 mendatang, nampaknya tensi politik mulai memanas. Hal tersebut terlihat dari dua tokoh NU yang saling sindir, Cak Imin-Yenny.

Keduanya saling sindir satu sama lain di media sosialnya masing-masing. Berawal dari Yenny yang mencoba mengingatkan Cak Imin. Hingga serangan balik Cak Imin yang ditujukan kepada Yenny.

Potret tersebut rupanya mendapatkan respon dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. Ia melihat bahwa memang keduanya sudah lama tidak akur.

“Ya memang kan hubungan Cak Imin dengan keluarga Gusdur dari dulu sudah tidak harmonis. Karena kita tahu bahwa mereka (berdua) kubu yang berbeda. Kubu PKB Cak Imin dan (Yenny) kubu PKB Gusdur,” ujar Ujang kepada Aktualiti, Kamis (23/6/2022).

Konflik yang terjadi antara PKB Cak Imin dengan PKB Gusdur memang belum ada proses penyelesaian sampai saat ini. Ujang menilai bahwa sampai kini PKB kubu gusdur belum menerima atas apa yang dilakikan Cak Imin.

“Konflik Cak Imin dengan keluarga Gusdur dari dulu memang panas adem ya. Konflik masa lalu, sampai hari ini belum diterima oleh kubu Gusdur. Karena menanggang kekalahan kubu Gusdur (saat itu) dibantu oleh kekuasaan,” jelas Ujang.

Ujang berharap keduanya bisa bersatu, karena keduanya berangkat dari rumah yang sama, yaitu Nahdlatul Ulama. Kendati demikian, Ujang juga mengganggap bahwa politik itu bisa saja membuat penghuni rumah bisa berseteru satu dengan yang lainnya.

“Ya kalau bisa si bersatu saja kan sama-sama keluarga besar NU. Tapi (ini) politik, satu rumah kan bisa berseteru juga, bisa saling baku hantam juga,” jelas Ujang.

Mengenai cuitan balasan Cak Imin kepada Yenny, Ujang menilai hal yang biasa. Menurut Ujang, karena intensitas politiknya tinggi maka pernyataan-pernyataan yang dibangun pasti akan tinggi juga.

“Karena intensitas politiknya tinggi ya maka cuitannya akan semakin tinggi. Bahkan dulu saat pecah dua kubu pun bahkan sampai ke pengadilan,” ujar pengamat IPR tersebut.

“Saya tidak tahu ya apakah berlebihan atau tidak yang dilakukan oleh Cak Imin. Tetapi namanya tahun politik maka cuitanya akan semakin tinggi. Dan kedua-duanya saling merasa paling benar,” pungkas Ujang.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini