Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Singgung Kader Dua Kaki, Pengamat: Peringatan Megawati kepada Ganjar

Sumber: Instagram @ujangkomarudin_Jakarta, Aktualiti.com-Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati, sindir kadernya yang bermain dua kaki. Hal itu ia sampaikan saat sambutan dalam Rakernas PDIP di Jakarta, Selasa (21/6/2022).

“Siapa yang mau manuver keluar. Kenapa? Karena tidak ada di dalam PDIP namanya main dua kaki, main tiga kaki,” ujar Mega.

Pernyatan tersebut direspon oleh Direktur Indonesia Political Review, Ujang Komarudin. Menurut Ujang, pernyataan megawati sangat jelas diarahkan kepada Ganjar.

“Saya melihat arahnya ke Ganjar ya, siapa lagi? Karena di internal PDIP yang mau maju sebagai Capres dan Cawapres kan hanya Puan dan Ganjar,” terang Ujang kepada Aktualiti, Rabu (22/6/2022)

Ia menilai bahwa Ganjar merupakan kader PDIP yang sering kali menabrak asas dan aturan partai. Ia menjelaskan bahwa nama Ganjar sering didorong oleh partai lain untuk maju sebagai Capres 2024.

“Ganjar itu kader yang dianggap membalelo ya, tidak taat asas tidak taat aturan partai,” ujar Ujang.

Pengamatan Ujang tersebut diperkuat oleh peringatan partai beberapa tahun lalu mengenai larangan perbincangan soal Capres maupun Cawapres. Tetapi berbarengan dengan itu Ganjar dan relawannya tetap bergerak dan melakukan manuver politik.

“Beberapa tahun lalu kan PDIP pernah menyurati DPC dan seluruh kadernya secara mengikat, untuk tidak berbicara pencapresan. Disaat yang sama Ganjar bermain dua kaki, namanya muncul sebagai capres Nasdem, juga relawannya jalan bergerak”, terang Direktur IPR.

Nada tinggi yang dilontarkan Megawati dalam sambutannya, Ujang menilai bahwa itu bentuk kemarahan Mega atas manuver politik yang dilakukan kadernya.

“Ya itu bentuk kemarahan Megawati sebagai ketua umum, karena dianggap ada kadernya yang tidak patuh tidak taat kepada aturan organisasi,” jelas Ujang.

“Dan tentu kalau ada yang tidak taat, PDIP bisa saja menertibkan (dengan cara memberikan peringatan) seperti itu,” tambahnya.

Namun demikian, Ujang menilai kemarahan tersebut merupakan hal yang wajar. Menurutnya, Megawati tak ingin ada kadernya yang bermain dua kaki karena akan merusak kondusifitas internal partai.

“Kemarahan itu hal yang wajar saja, karena dianggap PDIP bisa tidak kompak (solid). Ada kadernya yang bermanuver yang tentu bisa merusak kondusifitas internal partai,” pungkas Ujang.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini