Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Tolak Kenaikan Harga BBM, Sejumlah Orang di Kota Tasikmalaya Aksi Diam Pakai Topeng ‘Bjorka’

Kota Tasikmalaya, Aktualiti.com – Sejumlah orang di Kota Tasikmalaya melakukan aksi diam memakai topeng hacker ‘Bjorka’ dan ‘Anonymous’ sambil berdiri dan membawa sejumlah tulisan di karton menolak kenaikan BBM.

Aksi diam tersebut dilakukan di Tugu Asmaul Husna Kota Tasikmalaya, Senin, 12 September 2022.

Beberapa massa aksi yang tidak diketahui identitasnya tersebut membawa sejumlah karton yang bertuliskan ‘Tasik Bergerak’, ‘Melawan Oligarki’, ‘Turunkan PPN’, ‘Turunkan BBM’, ‘Jamin Kesehatan Buruh’, dan ‘Wujudkan Reforma Agraria Sejati’.

Di kertas karton yang lain juga tertulis ‘Hacker Cyber Aktivis Mahasiswa dan Rakyat Menolak Kenaikan BBM’.

Salah seorang massa aksi ysng tidak ingin diketahui identitasnya mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan dalam rangka untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat Kota Tasikmalaya tentang kondisi terkini yang semakin hari semakin menyulitkan dan menindas masyarakat kecil.

“Aksi ini merupakan murni sebagai bentuk kritikan kepada pemerintah atas banyaknya kebijakan yang dikeluarkan yang sangat jelas tidak berpihak kepada rakyat, terutama rakyat kecil,” katanya.

Ia juga mengatakan alasannya melakukan aksi diam dengan memakai topeng hacker ‘Bjorka’ dan ‘Anonymous’ adalah sebagai bentuk apresiasi kepada hacker dengan nama ‘Bjorka’ yang telah membuka beberapa data rahasia milik pemerintah Indonesia.

“Kami memakai topeng ini karena kami yakin kalau pemerintah kita baik-baik saja, tidak mungkin hacker dengan nama ‘Bjorka’ tersebut mau mengacak-ngacak dan membocorkan data rahasia pemerintah Indonesia,” tuturnya.

Ini mengindikasikan, lanjutnya, bahwa memang ada yang ditutup-tutupi oleh pemerintah kepada segenap rakyat Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa dari naiknya harga BBM bersubsidi terlihat jelas bahwa pemerintah sudah tidak lagi memikirkan kesejahteraan rakyatnya.

“Apalagi dengan naiknya BBM bersubsidi, telihat sangat jelas bahwa pemerintah sudah tidak berpihak kepada rakyat. Karena naiknya BBM ini akan sangat terasa oleh rakyat kecil dan yang ekonomi sulit,” jelasnya.

Sebagai Informasi, pemerintah telah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax sejak 2 September 2022 lalu.

Akibatnya, banyak elemen masyarakat seperti mahasiswa, buruh, ojek online, supir taksi online, dan berbagai elemen masyarakat lainnya merasa keberatan dan menolak kebijakan tersebut dengan melakukan aksi demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia.

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini