Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Upaya Hentikan Perang Rusia-Ukraina, PDIP: Jokowi Tak Bisa Sendiri

Jakarta, Aktualiti.com-Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat berharap pertemuan Jokowi dengan Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky bisa mengehntikan perang antar kedua negara (Rusia-Ukraina).

Meskipun Jokowi telah mendatangi kedua negara tersebut, tetapi perang tidak akan berhenti begitu saja. Menurutnya, perlu andil dari negara-negara lain untuk menyuarakan perdamaian antara kedua negara itu.

Kita apresiasi betul, kita dukung, tentang apakah itu bisa langsung berdamai dan menghentikan perang itu kan tidak bisa Pak Jokowi sendiri,” kata Djarot kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (03/07/2022).

Menurut Mantan Gubernur DKI tersebut, kunjungan Jokowi tetap penting untuk menjamin pasokan pangan. Ia menerangkan bahwa Indonesia bergantung dengan Rusia dan Ukraina soal bahan dasar pupuk, gandum hingga phoepat.

“Bahan dasar pupuk itu dari mereka, ya phospat itu dari mereka,” ujarnya.

Djarot juga sangat mengapresiasi Jokowi. Menurutnya, Jokowi menjadi pemimpin di Asia Tenggara yang bertemu Putin dan Zelensky pasca invasi Rusia sejak Februari 2022.

“Jadi kita apresiasi luar biasa dan beliau menjadi pemimpin ASEAN pertama yang mengunjungi langsung di Ukraina dan Rusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djarot melihat bahwa yang dilakukan Jokowi adalah amanat UUD 1945. Bahwa Indonesia harus terlibat dalam perdamaian dunia. Ia menilai cara diplomasi dan komunikasi yang dijalankan oleh Jokowi sudah tepat.

“Maka kita harus apresiasi kita harus dukung untuk membangun perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Caranya dengan apa? dengan diplomasi, caranya Dengan apa? Dengan komunikasi, kan begitu kan,” kata Djarot.

Untuk diketahui bahwa Jokowi menemui pemimpin dia negara itu pada pekan lalu. Kepada Zelensky, ia menyatakan bahwa dirinya siap menjadi jembatan komunikasi antar kedua negara tersebut.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini