Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Viral KH Syukron Makmun Tampar Banser, Alumni: Ada yang Sengaja Bikin Narasi Negatif

Jakarta, Aktualiti.com – Sebuah video viral baru-baru ini menunjukkan Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Makmun menampar seorang anggota Banser. Kemudian, video tersebut dinarasikan seolah KH Syukron Makmun tengah menghukum Banser karena sering menjaga gereja. Narasi ini pun langsung dibantah salah satu santri KH Syukron Makmun, yang juga salah satu Ketua PP Ikdar (Ikatan Keluarga Alumni Daarul Rahman) Syukri Rahmatullah.

“Narasi tersebut tidaklah benar, seperti ada pihak tertentu yang sengaja membenturkan Kyai kami dengan Banser. Semoga Allah selalu menjaga dan memberikan beliau kesehatan,” kata Syukri kepada Aktualiti.com, Minggu 24 April 2022.

Syukri pun mengaku telah menuliskan klarifikasi di akun Facebook-nya, untuk menjelaskan detil mengenai peristiwa tersebut.

Ketua Ranting Ansor Jati Karya Bekasi, Dul Hamid bersarung putih bersama alumni lainnya.
Ketua Ranting GP Ansor Jati Karya, Bekasi, Dul Hamid (bersarung putih) yang berada dalam video viral ditampar KH Syukron Makmun, saat bersama alumni lainnya di sela Nuzulul Quran PBNU di Ponpes Daarul Rahman.

Syukri yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi usai acara Nuzulul Quran PBNU di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jumat 22 April 2022. Malam itu, dia juga hadir di dalam acara tersebut, dan sempat mencium tangan Kyai Syukron Makmun usai acara di depan masjid. “Tapi, saya tidak sempat minta tampar karena kondisinya Kyai tengah berjalan dan dikawal ketat Banser,” ujarnya.

Kemudian seperti biasa, puluhan alumni dari berbagai daerah yang menghadiri acara Nuzulul Quran langsung merapat ke rumah Kyai di area pondok untuk mencium tangan dan meminta berkah KH Syukron Makmun, berupa tamparan di pipi. “Jadi memang tradisi alumni Daarul Rahman itu meminta berkah Kyai dengan cara minta ditampar oleh beliau. Itu bukan tamparan benci tapi tamparan sayang dan cinta kepada santri-santri beliau,” urai pengurus LTN PBNU ini.

Nah, malam itu kebetulan Dul Hamid, Ketua Ranting GP Ansor Jati Karya, Bekasi, juga tengah mengantre meminta “berkah” Kyai berupa tamparan. Alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman angkatan 20 (1993-1999) ini tidak sendirian, puluhan alumni juga antre di belakangnya. Karena Dul Hamid mengenakan jaket Banser, Pak Kyai pun mengingatkan agar Banser terlebih dahulu menjaga para Kyai. “Apa yang dikatakan Kyai sudah tepat, sebagai nasihat kepada santrinya. Dan memang sudah benar tugas Banser memang utamanya menjaga Kyai, bukan hanya menjaga Gereja. Dan selama ini memang itu lah yang dilakukan oleh Banser, menjaga Kyai dan juga menjaga NKRI,” katanya.

Nasihat Kyai kepada santrinya sudah seringkali dilakukan, tidak hanya kepada santrinya yang aktif di Banser atau GP Ansor, tapi juga kepada santrinya, yang memiliki profesi lain seperti pengusaha, komisaris di BUMN, hingga yang berprofesi sebagai politisi. “Justru santri yang datang minta nasihat beliau,” urainya.

Yang sangat disayangkan, katanya, justru tamparan sayang Kyai kepada santrinya, malah dinarasikan sebaliknya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seolah itu adalah tamparan hukuman, tamparan kebencian, padahal itu tidak benar sama sekali. “Narasi tersebut tidak akan berhasil, karena seluruh alumni sudah terbiasa dengan tradisi ‘ngalap berkah’ ini. Jadi, ya semoga yang memberikan narasi negatif ini, segera kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Diketahui, dalam acara Nuzulul Quran PBNU di Pondok Pesantren Daarul Rahman dihadiri Rais Am PBNU KH Miftahul Achyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua PBNU Alissa Wahid, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, dan tokoh ulama lainnya.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini