Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Kominfo Bantah Dugaan Bocornya Data Sim Card dari Dirinya

Jakarta, Aktualiti.com – Melalui laman resminya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membantah dugaan bocornya data sim card dari dirinya.

Sebelumnya, dugaan ini disampaikan oleh akun @SRifqi di Twitter. Menurutnya, penjual data mendapatkan 1,3 miliar data pribadi registrasi kasrtu SIM ponsel tersebut dari Kementerian Kominfo.”

Penjual menyatakan bahwa data ini didapatkan dari Kominfo RI,” tulis @SRifqi di keterangan, dilihat dari Suara.com.

Informasi tersebut buru-buru dibantah oleh Kementerian Kominfo. Dalam siaran persnya pada Kamis (1/9/2022), Kominfo menyatakan telah melakukan penelusuran internal terkait kebocoran data tersebut.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan penelusuran internal. Dari penelusuran tersebut, dapat diketahui bahwa Kementerian Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam siaran pers pada Kamis (1/9/2022).

Baca Juga : Anggaran Pendidikan 2023 Sebesar Rp608,3 T, Berikut Rinciannya

Temuan ini cukup meresahkan masyarakat, karena data pribadi rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Data pribadi tersebut di antaranya nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, sampai nama provider. Kominfo pun langsung merespons temuan tersebut dengan menelusuri dugaan kebocoran data tersebut.

“Bagaimana kita beri pendapat, audit aja belum, yang pasti bahwa data itu tidak ada di Kominfo. Tapi atas mandat perundang-undangan, Dirjen Aplikasi Informatika harus melakukan audit dan riset data itu sebenarnya apa,” lanjutnya.

Perlu diketahui, Hacker bernama Bjorka menjual data pendaftaran SIM card telepon seluler Indonesia. Jumlah data pendaftar SIM Card yang bocor dijual di sebuah forum di internet mencapai 1,8 miliar data.

“Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Kominfo,” terangnya.

Meski demikian, Kemkominfo sedang berupaya menelusuri kebocoran data sim card yang berjumlah sekitar 1,3 miliar.

“Kementerian Kominfo sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut,” ucapnya.

Reporter: Muhammad Sahrul | Editor: Royhan Zein

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini