Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Soeharto Disebut 48 Kali, Berikut Isi Lengkap Naskah Akademik Keppres 1 Maret

AKTUALITI- Keputusan Presiden No 2 Tahun 2022 terkait Hari Penegakan Kedaulatan Negara belakangan ini menjadi polemik. Hal tersebut terjadi disebabkan, tidak adanya nama Presiden kedua RI Soeharto di dalam Keppres tersebut, sehingga dianggap sebagai penghapusan sejarah.

Menjawab hal ini, Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa nama Soeharto tak dihapus dari sejarah. Mahfud pun menjelaskan terkait bagian pertimbangan yang tidak menyebutkan nama Soeharto.

Dia menegaskan bahwa di dalam konsideran ditulis nama HB IX, Soekarno, Hatta, Sudirman sebagai penggagas dan penggerak. Peran Soeharto, Nasution, dan lain-lain, lanjutnya, ditulis lengkap di Naskah Akademik.

“Sama dengan naskah Proklamasi 1945, hanya menyebut Soekarno-Hatta dari puluhan founding parents lainnya,” ujar Mahfud.

Naskah Akademik terkait Keppres No 2 tahun 2022, disebutkan bahwa nama Soeharto tertulis sebanyak 48 kali mulai dari judul buku referensi naskah akademik hingga isi naskah akademik itu. Secara total naskah akademik itu ada 138 halaman. Naskah akademik itu dipublikasi di situs Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Naskah akademik itu, jika merujuk pada buku ‘Takhta untuk Rakyat’, penulis menyebutkan Sultan Hamengku Buwono IX sebagai pencetus serangan umum 1 Maret. Kala itu situasi di Yogyakarta berada dalam tekanan kekuasaan Belanda.

Kala itu Sultan Hamengku Buwono IX dituliskan menghubungi Panglima Besar untuk meminta dan memanggil Letkol Soeharto yang menjabat komandan gerilya. Saat itu Soeharto menyanggupi tugas tersebut.

“Serangan Umum dilakukan pada 1 Maret 1949 pagi hari saat jam malam usai. Yogya pun dikuasai oleh para gerilyawan selama 6 jam. Peristiwa singkat tersebut berhasil menunjukkan bahwa Belanda tidak dapat menjaga keamanan di wilayah yang mereka kuasai,” demikian isi naskah akdemik itu.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini