Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Banyak Awardee Tak Mau Pulang, Wasekjen PBNU Desak Audit dan Restrukturisasi LPDP

Jakarta, Aktualiti.com- Setelah viral tweet yang menyebutkan awardee LPDP tidak mau pulang ke Indonesia, Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan menilai LPDP tidak memiliki sisitem monitoring yang kuat.

“Kasus banyaknya penerima beasiswa (LPDP) yang tidak pulang kembali ke tanah air untuk mengabdi pada tanah air menunjukkan bahwa LPDP tidak memiliki sistem monitoring yang kuat. Kerjasama LPDP dengan badan imigrasi dalam hal ini tidak banyak membantu,” ujar Rahmat kepada Aktualiti.com.

Menurutnya, LPDP bukanlah program main-main dan kacangan. Ini merupakan terobosan dan langkah serius pemerintah untuk memperbaiki kualitas bangsa Indonesia.

Rahmat melanjutkan, kritik seperti ini bukan pertama kalinya ditujukkan pada LPDP. Hal ini membuktikan bahwa ada yang salah dengan institusi LPDP, terutama dalam mekanisme seleksi yang ada.

Baca juga : Terkuak Percakapan Mahasiswa LPDP Enggan Balik Ke Indonesia

Hal itu sesuai dengan pengakuan LPDP melalui akun resminya di Twitter. LPDP mengakui keluhan awardee tidak kembali ke Indonesia menjadi isu yang banyak jadi perhatian di masyarakat.

Bahkan pada tahun 2017 LPDP pernah dituding atas praktik rasisme, seksisme, bias agama dan bias moral pada proses seleksinya. Pelamar beasiswa yang menunjukkan dukungan terhadap kaum minoritas tak ada satupun yang lolos seleksi untuk mendapatkan beasiswa.

Menurut Rahmat, LPDP telah melakukan pelanggaran HAM dalam proses seleksinya.

“Praktik pelanggaran HAM dan carut-marutnya sistem yang ada dalam tubuh LPDP sangat berbahaya mengingat lembaga ini mengelola dana fantastis yaitu 120 triliun rupiah,” ungkap Rahmat.

“Kami sebagai organisasi pendiri bangsa ini sangat berkepentingan dengan program ini dan menuntut agar negara melakukan audit dan restrukturisasi pada kepengurusan LPDP,” pungkas Rahmat.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini