Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Berbagai Manfaat Psikologis dari Keterampilan Literasi

Jakarta, Aktualiti.com – Orang yang gemar membaca atau yang mempunyai kemampuan literasi ternyata bisa memberikan dampak psikologis positif. Salah satunya adalah membuat emosi menjadi lebih tenang.

Dikutip dari Antara, Sabtu, 10 September 2022, Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia Nina-Anna Surti Ariani mengungkapkan bahwa ada begitu banyak manfaat psikologis dari kemampuan literasi.

“Orang dewasa yang membaca novel yang dia sukai, itu akan membuat dia menjadi lebih nyaman. Kemudian pada anak, biasanya cerita anak itu seringkali dibuat alurnya menjadi menegangkan, menyenangkan, dan sebagainya,” ungkap Nina.

Selain itu, Perempuan yang juga aktif di Ikatan Psikologis Klinis Indonesia menjelaskan bahwa banyak membaca bisa berdampak positif pada kehidupan sosial. Rasa empati juga bisa dipelajari melalui buku yang dia baca. Selain itu, dia juga bisa memahami berbagai sudut pandang yang berbeda-beda.

“Katakanlah dari satu bacaan, itu kadang-kadang ada beberapa tokoh, ditunjukkan bagaimana pemikiran dia. Dari situ kita bisa melihat bahwa ternyata setiap orang itu punya sudut pandang yang berbeda,” tuturnya.

Sehingga, lanjutnya, kita bisa memahami orang lain. Misalnya ketika saya akan memperlakukan orang lain, saya harus mempertimbangkan adanya sudut pandang orang tersebut yang mungkin berbeda dengan sudut pandang saya.

Selain itu, orang yang gemar membaca juga akan menjadi lebih pandang bergaul. Lebih cakap saat berbicara karena mempunyai wawasan yang luas.

“Karena dia tahu banyak, dia diajak ngobrol apa saja juga nyambung. Ini manfaat sosial yang luar biasa dari kemampuan literasi,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh seorang Psikolog lulusan Universitas Indonesia, Kasandra Putranto mengatakan bahwa berdasarkan penelitian, meningkatkan kualitas membaca secara teratur bisa meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, dan meningkatkan kapasitas mental seiring bertambahnya usia.

“Orang yang lebih jarang membaca sepanjang hidup mereka dan tidak menggunakan otak mereka di usia tua, menurut penelitian mengalami tingkat penurunan mental yang 48 persen lebih cepat daripada mereka yang menjaga otak agar tetap aktif,” jelas Kasandra.

Ia juga menambahkan bahwa dengan membaca akan membuat seseorang lebih fleksibel, meningkatkan rasionalitas dan kreativitas, serta membantu mencegah penurunan daya ingat.

“Sama seperti jantung, otak perlu dirawat agar dapat berfungsi dengan kapasitas maksimalnya seumur hidup,” pungkasnya.

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini