Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Berikut Alasan Nadiem Ubah Pola Masuk PTN

Jakarta, Aktualiti.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan alasan mengubah pola masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Nadiem menjelaskan perubahan pola masuk PTN tersebut salah satunya adalah untuk memperkecil kesenjangan antara murid dengan latar ekonomi keluarga yang mampu mengikuti bimbel dan yang tidak.

Nadiem juga mengungkapkan bahwa pola seleksi mahasiswa baru tersebut berdasarkan lima prinsip perubahan, yaitu pertama, pembelajaran yang menyatakan menyeluruh dan mendalam. Kedua,
mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan penalaran yang tajam.

“Kita ingin lebih fokus pada penalaran dan bukan pada pemadatan materi. Bukan berapa hafalan yang dikuasai siswa tetapi kemampuan bernalarnya,” jelas Nadiem dalam peluncuran Merdeka Belajar episode 22 pada Sabtu, 10 September 2022 seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Alasan yang ketiga, yaitu melahirkan sistem penerimaan yang lebih inklusif dan mengakomodasi siswa dari berbagai kelas sosial. Tujuannya adalah untuk menghilangkan diskriminasi antara peserta didik yang mampu secara ekonomi dan yang tidak.

Keempat, agar proses penerimaan mahasiswa baru lebih transparan.

“Terakhir, lebih terintegrasi dengan berbagai macam program dan cita-cita daripada mahasiswa kita,” tutur Nadiem.

Adapun mengenai penghapusan tes mata pelajaran (mapel) dalam seleksi masuk PTN, itu semata dilakukan karena selama ini guru harus kejar tayang untuk menuntaskan materi, sehingga dalam pemahaman kurang ditekankan.

“Dampaknya kualitas pembelajaran yang mendalam itu turun di dalam sekolah-sekolah kita,” ungkapnya.

Selain itu, dengan penghapusan tes mapel ini untuk menghilangkan diskriminasi antara peserta didik, khususnya terkait peserta didik yang tidak mampu mengikuti bimbingan belajar (bimbel) karena faktor ekonomi.

“Banyak peserta didik yang tertekan, orang tua juga tertekan untuk harus mengikuti berbagai macam bimbingan belajar per mata pelajaran yang harus diambil di tes SBMPTN,” kata Nadiem.

Tekanan ini, lanjutnya, menjadi beban finansial, beban mental bagi murid, dan sangat diskriminatif terhadap peserta didik dari keluarga yang kurang mampu.

Untuk itu, Nadiem optimis bahwa penghilangan mapel dalam tes masuk PTN akan memberikan perubahan yang lebih baik bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Kebijakan tersebut juga mampu membuat tenaga pendidik lebih fokus dan tidak mengalami demotivasi saat mengajar peserta didik.

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini