Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Sebesar 50 Bps, Kenapa?

Jakarta, Aktualiti.com – Bank Indonesia akhirnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen. Langkah ini ditempuh demi mengendalikan inflasi yang berpotensi meningkat seiring naiknya harga BBM bulan ini.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 days reverse repo rate sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo melalui Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur, Selasa (22/09/2022).

Selain suku bunga acuan, suku bunga fasilitas simpanan atau deposito facility naik menjadi 3,5 persen. Begitu juga dengan suku bunga pinjaman atau lending facility naik menjadi 5 persen.

Perry melanjutkan, kenaikan suku bunga ini adalah langkah preventif untuk menurunkan potensi inflasi dan mengembalikan inflasi inti ke kisaran 3,5 persen.

Perlu diketahui bahwa Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi mengerek inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun ini tembus 6% (year on year/yoy).

Baca juga : The Fed Naikkan Suku Bunga, Sri Mulyani Siapkan Langkah Strategis

Selain itu, krisis ekonomi global masih terus berlanjut hingga perekonomian global berisiko tumbuh lebih rendah tahun ini.

“Volume perdagangan dunia tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi, disrupsi mata rantai pasokan global meningkat sehingga harga di dalam negeri juga bertahan tinggi,” kata Perry.

Ketegangan geopolitik global juga membuat inflasi meningkat. Alhasil banyak bank sentral yang terpaksa menerapkan kebijakan moneter agresif. Bahkan kini The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps.

“Pertimbangan terkini, kenaikan bunga The Fed yang lebih tinggi diperkirakan masih berlanjut sehingga mendorong dolar AS semakin kuat terhadap seluruh mata uang dunia dan menganggu aliran portofolio termasuk di Indoensia,” kata dia.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan keputusan BI ini adalah langkah yang tepat dilakukan. Dikutip dari Okezone.com.

“Harus diingat bahwa pasca kenaikan harga BBM bersubsidi semua harga harga mengalami kenaikan dan ini mengakibatkan inflasi. Maka Cara satu-satunya untuk menekan inflasi adalah dengan cara menaikkan suku bunga,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (22/9/2022).

Reporter : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini